KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

JAKARTA: Pemerintah Indonesia akan mempromosikan Indonesia Climate Change Trust Fund, yang diperuntukan bagi pengelolaan dana-dana antisipasi perubahan iklim, kepada Uni Eropa dalam acara Asia-Europe Meeting (Asem) Development Conference ke-2 yang digelar di Yogyakarta mulai besok hingga Kamis.

Syahrial Loetan, Sekretaris Utama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Sestama Bappenas, mengatakan Pemerintah Indonesia tidak akan mengajukan penawaran proyek kepada Uni Eropa.

Pertemuan akan lebih difokuskan pada kontribusi Uni Eropa dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia dan juga dalam isu perubahan iklim.

“Dalam Asem, perubahan iklim menjadi salah satu bahasan, terus ke-miskinan, dan kemungkinan krisis Yunani,” kata syahrial kemarin.

Sementara itu, Plt Direktur Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri Sam E. Marentek, dalam keterangan persnya menyebutkan Indonesia akan mengedepankan Jakarta Commitment terkait dengan tata kelola bantuan kerja sama bilateral.

Tema yang akan menjadi bahan diskusi para anggota Asem yang akan hadir di Yogyakarta antara lain masa depan kerja sama Asia-Eropa dalam pembangunan berkelanjutan, perubahan iklim. dan pembangunan berkarbon rendah.

Syahrial menambahkan Indonesia dan Uni eropa akan merumuskan strategi penguatan kerja sama bidang pembangunan antara kedua pihak dalam forum Asem Development Conference ke-2 itu.

“Kami akan berdialog untuk saling menukar informasi dan menyesuaikan policy (kebujakan) kedua belah pihak,” kata kemarin.

Dia menuturkan kerja sama bidang pembangunan dengan Uni Eropa mulai efektif sejak Indonesia di-landa krisis keuangan pada 1998. “Kerja sama dilatarbelakangi rasa ke-prihatinan mereka dan keinginan agar krisis tidak membuat RI terpuruk.”

Kondisi internal Tanah air menjadi perhatian Uni Eropa karena kalangan investor dari kawasan itu banyak yang menanamkan modalnya di indonesia. “Mereka tidak ingin kondisi itu juga membuat tidak nyaman mereka.”

Indonesia dan Uni Eropa akan menjadi tuan rumah bersama penyelengaraan Asem Development ke-2 di Yogyakarta pada Rabu dan kamis pekan ini. Konferensi ini merupakan pertemuan kedua setelah sebelumnya digelar di Manila pada April 2009.

Asem adalah forum dialog yang beranggotakan 43 negara dari Asia dan Eropa, Uni Eropa, dan Asean. Hingga kini, 34 negara telah memastikan untuk ikut hadir dalam Asem Development Conference ke-2 di Yogyakarta.

Sumber:
Bisnis Indonesia
Oleh Dewi Astuti
25 mei 2010