KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

BERBAGI PENGALAMAN DALAM UPAYA PERTUMBUHAN RENDAH KARBON
Tokyo, 18 Mei 2013. Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA., Menteri Lingkungan Hidup RI mengadakan rangkaian kegiatan ke Tokyo Jepang dalam rangka: a) memenuhi undangan Menteri Luar Negeri Jepang pada the Second East Asia Low Carbon Growth Partnership Dialogue b) mengadakan pertemuan bilateral dengan pemerintah Jepang c) memenuhi undangan untuk mengunjungi National Institute of Environmental Studies (NIES) dan Green House Gas Inventory Office (GIO), dan d) mengunjungi fasilitas pengolahan limbah domestik.

Pada pertemuan Bilateral dengan Mr. Nobuteru Ishihara, Menteri Lingkungan Hidup Jepang, tanggal 17 Mei 2013, Menteri Lingkungan Hidup RI menggarisbawahi pentingnya kerjasama Indonesia dan Jepang dalam bidang lingkungan hidup, terutama dalam upaya-­‐upaya pengembangan kegiatan penurunan e misi gas rumah kaca (GRK) menuju pembangunan rendah karbon, inventarisasi GRK, Monitoring-­‐Reporting-­‐Verification (MRV) aksi mitigasi, pengendalian pencemaran khususnya sampah melalui program Sustainable Cities dan sister city antara Kitakyusu dan Surabaya, dan pembentukan Policy Research and Development Center.

Pada kesempatan ini, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA, Menteri Lingkungan Hidup RI, menyatakan “Apresiasi kepada pemerintah Jepang yang telah membantu beberapa kota di Indonesia yang membutuhkan ban yak investasi untuk mendorong pen gelolaan limbah padat dan limbah domestik. Saya percaya kita bisa memfasilitasi dunia usaha dan masyarakat seba gai bagian dari strategi memiliki kota-­‐kota yang berkelanjutan”. Kunjungan Kerja MENLH juga turut mempererat kerjasama Pengelolaan Lingkungan Indonesia-­‐Jepang terutama dalam pengembangan riset dan pengembangan Sistem Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional (SIGN) untuk pelaksanaan inventarisasi GRK dan lembaga MRV dan Registrasi (Registry) Nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Pada the Second East Asia Low Carbon Growth Partnership Dialogue, Menteri Lingkungan Hidup RI hadir sebagai salah satu panelis. Tujuan Dialog adalah untuk memberikan kesempatan: a) berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai Pertumbuhan Rendah Karbo n (Low Carbon Growth) dan menciptakan kerjasama ke depan di kawasan Asia Timur, b) meningkatkan keterlibatan sektor swasta, c) pemanfaatan teknologi dan pengembangan various approaches khususnya mekanisme pasar yang baru. Dialog dipimpin oleh Mr. Fumio Kishida, Menteri Luar Negeri Jepang, dengan Dr. Mok Mareth, Menteri Senior Lingkungan Hidup Kerajaan Kamboja sebagai co-­‐chair. Hadir pula Menteri Lingkungan Hidup dari Brunei Darussalam, Myanmar, dan Viet Nam, serta Wakil Menteri dari Laos dan Thailand.

Dalam forum tersebut, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA, Menteri Lingkungan Hidup RI menjadi panelis pada sesi Effective Use and Potential of Various Approaches Including Market Mechanism yang menyatakan “Peran Sektor Swasta sangat penting dalam pertumbuhan rendah karbon. Pemerintah Indonesia telah mengembangkan perangkat yang bersifat mandatory atau wajib maupun voluntary atau sukarela bagi pelaporan inventarisasi gas rumah kaca oleh dunia usaha”.

Menteri Lingkungan Hidup RI berbagi informasi atas perkembangan di tanah air dengan menjelaskan bahwa kewajiban tersebut diatur pada Pasal 15 Peraturan Presiden RI No. 71 tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Inventarisasi GRKNasional serta pada Program Penilaian Peringkat KInerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan atau PROPER untuk kriteria peringkat Hijau dan Emas. Berbagai perusahaan dalam Program ini melaporkan upaya mitigasi perubahan iklim dalam area usaha mereka, menyampaikan hasil inventarisasi GRK serta menunjukkan tindakan nyata mereka untuk mencerminkan komitmen dalam proses produksinya. Sedangkan perangkat sukarela berkaitan dengan pengembangan Skema Karbon Nusantara yang dikoordinasikan oleh Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) Republik Indonesia serta penerapan standar internasional untuk inventarisasi GRK dan verifikasi di tingkat organisasi (ISO 14064.1) atau tingkat proyek (ISO 14064.2).

Untuk Informasi Lebih Lanjut:
Ir. Arief Yuwono, M.A.,
Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim,
Kementerian Lingkungan Hidup,
Telepon/Fax: 85904932,
email: humaslh@gmail.com