KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Warsawa, Polandia, 20 November 2013. Menteri Lingkungan Hidup RI, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA dan Menteri Lingkungan Hidup Polandia, Marcin Korolec telah menandatangani MoU kerjasama di bidang lingkungan hidup. Perjanjian kerjasama tersebut ditandatangani oleh kedua belah pihak di sela-sela kegiatan COP ke-19 The United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) yang tengah berlangsung di Warsawa, Polandia. Nota Kesepahaman diharapkan dapat menjadi landasan untuk memperkuat kerja sama kedua negara dalam hal perlindungan dan peningkatan lingkungan hidup, khususnya dalam hal perubahan iklim; teknologi pengendalian pencemaran udara, pencemaran air, dan pengelolaan limbah); pembangunan lingkungan hidup berkelanjutan; perlindungan lapisan ozon; serta teknologi ramah lingkungan.

MenLH dalam sambutannya mengatakan, ”Energi merupakan salah satu sektor strategis di Indonesia. Saat ini, Indonesia telah mengambil upaya konkrit untuk meningkatkan keamanan energi untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan ekonomi yang stabil diantaranya dengan pengembangan energi terbarukan”. Dengan adanya MoU ini memungkinkan pengembangan kerjasama konkrit untuk mempromosikan sumber daya energi yang berkelanjutan di Indonesia, terutama biomassa dari limbah padat (sampah), limbah hutan/perkebunan, gas methan dar i air limbah organik seperti limbah kelapa sawit termasuk tenaga air energi, serta pengembangan pengolahan air dan pengelolaan limbah.

Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bekerjasama dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) untuk mempersiapkan road map teknologi hijau Indonesia. MenLH juga mengajak komunitas bisnis Polandia untuk berinvestasi dan mengembangkan industri dan pembangkit listrik biomassa di Indonesia atau teknologi pemanfaatan batubara yang menghasilkan emisi rendah.

Masalah perubahan iklim merupakan kepentingan nasional setiap negara sebagai negara anggota PBB dalam rangka membangun kepercayaan untuk memastikan pencapaian target pada tahun 2015. Sebagai negara yang rentan terhadap dampak negatif perubahan iklim, Indonesia mendukung mekanisme pendanaan yang efektif, direncanakan dan berkelanjutan dan mendukung negara-negara berkembang lainnya dalam upaya melakukan tindakan mitigasi dan adaptasi nasional secara sukarela.

Menurut Duta Besar RI untuk Polandia, Darmansjah Djumala, MoU tersebut merupakan landasan bagi pengembangan kerja sama RI – Polandia dibidang lingkungan hidup dan sebagai tindak lanjut dan hasil kunjungan Presiden RI ke Polandia pada awal September tahun ini. Duta Besar Djumala juga menyatakan bahwa kedua negara sepakat untuk mengimplementasikan MoU tersebut dalam bentuk kerja sama di bidang waste management dan water treatment di berbagai daerah dan propinsi di Indonesia.

Penandatanganan MoU dibidang lingkungan hidup dinilai tepat waktu karena dalam beberapa tahun terakhir ini terdapat sejumlah perusahaan Indonesia dan Polandia yang telah menandatangani perjanjian kerja sama di bidang green technology, seperti wind turbine, produksi biomass, dan waste management plant.

Informasi lebih lanjut hubungi:
Ir. Arief Yuwono, MA,
Deputi MENLH Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan
Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup,
Telp. 021 – 8517164, Fax. 021 – 85902521,
email: humaslh@gmail.com / www.menlh.go.id