KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA




Ditengah ketidakpastian dan ketidakmenentuan
nasib bangsa kita, sejarah kembali menoreh seorang anak bangsa mengukirkan
prestasi di lingkup regional. Dia Ceppy Budiman, jebolan
perguruan tinggi seni rupa di Bandung, dengan berbekal kemahiran komputer
dan kepiawaian mem-browser website, memberanikan diri mengirimkan
karya seninya dalam Lomba Pembuatan Logo Asean Environment Year (AEY)
2003.

Ungkapan di atas
merupakan salah satu petikan sambutan Menteri Negara Lingkungan Hidup, Nabiel
Makarim dalam acara penyerahan hadiah (sertifikat dan uang sebesar US$ 300)
yang dilakukan secara informal di ruang kerja Menteri. Selain itu, Menteri mengungkapkan
kegembiraannya bahwa, dalam situasi yang tidak menentu ini muncul sosok Ceppy
Budiman — juara II AEY 2003 — yang bagaikan lilin kecil diharapkan
dapat menjadi mercusuar mengangkat negara di kancah persaingan internasional.
Pak Nabiel juga mengharapkan kepada Ceppy agar terus meningkatkan kemampuan
kreatifitasnya dan terus bekarya.

Lomba yang bertujuan
untuk mengangkat tema lingkungan hidup ini sudah ketiga kalinya dikembangkan
di negara-negara ASEAN. Penyelengaraan AEY 2003 yang rencananya berjalan tanggal
3 Maret 2003, berubah menjadi 5 Maret 2003 kali ini diadakan di Kamboja dengan
tema Together Towards Sustainable Development. Sedangkan AEY sebelumnya
bertemakan Our Heritage, Our Future di Brunei Darussalam pada tahun
2000. Sedangkan AEY I diselenggarakan pada tahun 1995, dimana seluruh anggota
ASEAN sepakat untuk menyelenggarakan AEY setiap 3 (tiga) tahun sekali. (ry)