KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Jakarta, 29 April 2014 – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menjadi tuan rumah dalam pertemuan “ASEAN Forum on Sustainable Consumption and Production (SCP)” yang membahas perubahan pola konsumsi dan produksi. Pertemuan berlangsung di jakarta pada tanggal 28–29 April 2014, dihadiri perwakilan negara-negara ASEAN dan mitranya seperti Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Indonesia, European Union (EU), GiZ, UNEP dan SCP Project.

ASEAN Forum on SCP ini terbentuk pada tahun 2011 di Jakarta yang menjadi forum untuk mengimplementasikan The 10-Year Framework of Programmes on Sustainable Consumption and Production (10 YFP). The 10 YFP on SCP adalah kerangka aksi global untuk meningkatkan kerjasama internasional untuk mempercepat perubahan pola konsumsi dan produksi berkelanjutan di negara-negara maju dan berkembang.

Dalam Sambutan Pembukaannya, Dr. Henri Bastaman, MES,  Deputi Bidang Pembinaan Sarana Teknis Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas, KLH menyampaikan “Suatu kehormatan bagi Indonesia menjadi tuan rumah bagi negara-negara ASEAN untuk secara konkrit dapat mengimplementasikan pola Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan. Inisiatif ASEAN ini merupakan yang pertama di tingkat sub-regional dalam merespon Konferensi Rio+20 pada tahun 2012 khususnya dalam konteks The 10 YFP”.

Lanjutnya lagi, “Pemerintah Indonesia bersama pihak-pihak terkait sudah menerapkan beberapa program Quick Win seperti Green Building, Ecolable & Green Procurement, Green Industry, Waste Management dan Green Tourism”.

Secara umum pertemuan ini telah menyepakati Program Kerja 2014 – 2015, antara lain :

  1. penyelenggaraan pertemuan rutin sekali dalam setahun, salah satunya Dialog Kebijakan pejabat tinggi anggota ASEAN dengan topik “Technologies and Finance for SCP in ASEAN priority sector Technologies and Finance for Sustainable Consumption and Production in ASEAN priority sectors (Buildings, Tourism, Cities, Food)”
  2. membangun kerjasama dengan ASEAN +3 dan ASEAN +5 (melalui ASOEN), APRSCP, 10YFP, SWITCH – Asia.
  3. Pelaksanaan studi kolektif tentang praktek tradisional yang telah sejalan dengan SCP dan perlu dipertahankan; indikator penerapan SCP terkait dengan pembangunan nasional; dan peran greening supply chain dalam penerapan SCP.
  4. Peningkatan kapasitas bagi Pemerintah dan Usaha Skala Kecil dan Menengah.
  5. Peningkatan kerjasama dengan mitra Tiongkok, Korea, Jepang, Uni Eropa, UNEP dan badan PBB lainnya, Asia Pacific Roundtable on SCP dan berbagai proyek kerjasama teknis yang substansinya berhubungan dengan penerapan SCP.

Informasi lebih lanjut:
Ir. Noer Adi Wardojo, MSc,
Asisten Deputi Standarisasi dan
Teknologi Lingkungan,
Kementerian Lingkungan Hidup RI,
Telp/Fax. 021 – 8584638,
email: klhstantek@yahoo.co.id
website: www.menlh.go.id