KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Surabaya, 24 September 2013.  Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan 14th Meeting of the Informal Ministerial Meeting on Environment (IAMME) and Related Meetings yang diselenggarakan di Surabaya pada tanggal 23 -26 September 2013. Pagi ini Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA membuka dan memimpin pertemuan 14th IAMME dengan menegaskan bahwa perlindungan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan pembangunan sosial negara-negara ASEAN. Komunitas ASEAN tidak bisa hanya sahkan atau tetapkan adopsi dan pelaksanaan perjanjian formal, namun harus praktekkan kebersamaan untuk mencapai komitmen Komunitas ASEAN 2015.

Lebih lanjut dikatakan “Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati dan sumber daya alam. Kami menganggap penting untuk melindungi negara dari biopiracy atau pembajakan. Untuk itu, saya ingin mengambil kesempatan ini untuk mendorong negara-negara anggota ASEAN lainnya untuk mengikuti Indonesia dan Laos meratifikasi Protokol Nagoya yang menjamin akses dan benefit sharing antara pengguna dan penyedia sumber daya genetik.” Indonesia juga mengajak negara-negara ASEAN untuk meningkatkan kepedulian dalam Program Sustainable Consumption and Production (SCP) dengan bekerjasama badan PBB yang relevan dan mitra internasional.

Rangkaian pertemuan IAMME dihadiri kurang lebih 120  peserta dari kementerian/lembaga negara anggota ASEAN yang mempunyai mandat untuk menangani isu lingkungan. Dalam pertemuan ini hadir Menteri Lingkungan Hidup Brunei, Malaysia, Laos dan Singapura serta deputi menteri dari Kamboja, Myanmar, Filipina, Thailand dan Vietnam. Pertemuan juga mengagendakan pembahasan kemitraan bidang lingkungan dengan negara mitra wicara ASEAN seperti China, Korea Selatan, Jepang serta ASEAN Secretariat, lembaga regional dan internasional.

Rangkaian pertemuan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. The 14th Informal ASEAN Ministerial Meeting on the Environment (14thIAMME) tanggal 25 September 2013 di dahului dengan Senior Officials Meeting (SOM) tanggal 24 September 2013, membahas isu: Perubahan Iklim dan Pemanasan Global, Konservasi alam dan Kehati, Pengelolaan Sumberdaya Air, Pengelolaan Lingkungan Perkotaan, Pesisir dan Laut, Pendidikan Lingkungan serta ASEAN Socio-Cultural Community Blueprint (ASCC).
  1. The 9th Meeting of the Conference of The Parties (COP-9) to the ASEAN Agreement on Trans-boundary Haze Poluttion tanggal 25 September 2013 yang didahului oleh The 9th Meeting Of the Committee under COP-9 (COM-9) tanggal 23 September 2013, membahas antara lain: Review of Fire and Haze Occurrences and Forecast of Meteorological conditions, Work programme for implementation of the ASEAN Agreement on Transboundary Haze pollution.
  2. Special ASEAN-Japan Ministerial Dialogue tanggal 26 September 2013, membahas keterlibatan Jepang dalam membantu terciptanya Environmentally Sustainable Cities serta presentasi “Environmental Cooperation between City of Kitakyushu and City of Surabaya”oleh Walikota Surabaya.
  3. The 12th ASEAN plus Three Environment Ministers Meeting (12th EMM+3) tanggal 26 September 2013, membahas kerjasama  dalam berbagai program lingkungan bersama tiga mitra ASEAN yaitu Cina, Japan dan Korea Selatan.

Pertemuan informal Menteri-Menteri Lingkungan negara anggota ASEAN merupakan suatu forum tahunan yang diselenggarakan terutama dalam rangka mempersiapkan ASEAN Ministerial Meeting on the Environment (AMME) yang diselenggarakan tiga tahun sekali. Tujuan mendasar dari forum ini adalah memperkuat komitmen negara-negara ASEAN dalam mengimplementasikan pembangunan berkelanjutan. Forum ini diharapkan dapat mendorong ASEAN untuk berpartisipasi aktif dalam upaya global penanggulangan dampak lingkungan, termasuk pengembangan teknologi ramah lingkungan.

Dalam Pertemuan The 9th Meeting of the Committee (COM-9) under COP-9 to the ASEAN Agreement on Trans-boundary Haze Poluttion kemarin,  Singapura dan Malaysia menyampaikan apresiasinya karena Indonesia dianggap mampu menangani kebakaran hutan dan lahan dengan sudah meningkatkan kapasitas pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Pemimpin negara-negara ASEAN juga sepakat untuk meningkatkan kerjasama di kawasan ASEAN untuk menjaga kelestarian lingkungan dalam rangka mencapai lingkungan kota yang bersih dan hijau.  Pemilihan Kota Surabaya sebagai tempat penyelenggaraan pertemuan ini karena Kota Surabaya dinilai berhasil mengelola lingkungannya dengan baik dengan didapatkannya penghargaan Asean Environmentally Sustainable City. Pada akhir acara, semua delegasi akan diajak melihat berbagai objek eco tourism menarik seperti kunjungan ke Kampung Jambangan yang menjadi percontohan pemukiman yang memiliki inisiatif masyarakat sangat baik dengan konsep “Hemat Energi, Kelola Sampah, Hijau Lingkungan”.

Walikota Surabaya, Ir. Tri Rismaharini, MT berkenan mengundang seluruh delegasi dalam Welcome Dinner di Balai Kota Surabaya pada 25 September 2013. Pada kesempatan ini, akan hadir pula memberikan Keynote Speech, Dr. Ali Masykur Musa, MSi, M.Hum, Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) yang merupakan Ketua Working Group Environmental Auditing, Internasional Organisation of Supreme Audit Institution.

Penyelenggaraan IAMME ini juga bermanfaat bagi Indonesia sebagai tuan rumah, dimana pada kesempatan ini Indonesia dapat menunjukkan upaya-upaya pembangungan berkelanjutan yang telah dilaksanakan. Seluruh rangkaian acara ini merupakan upaya mencapai Visi Association of South East Asian Nation (ASEAN) 2020 disebutkan bahwa a clean and green ASEAN with fully established mechanisms for sustainable development to ensure the protection of the region’s environment, the sustainability of its natural resources and the high quality of life of its peoples.

Untuk Informasi Lebih Lanjut:

Dana A. Kartakusuma,
Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup bidang Lingkungan Global,
Telp : 021-8580112
Email: humaslh@gmail.com / www.menlh.go.id