KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Pemenang Cerdas Cermat Iptek“Ozone Layer Protection: The Mission Goes On”
Jakarta, 10 September 2014 – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyelenggarakan rangkaian peringatan Hari Ozon Internasional Tahun 2014 yang diperingati setiap tanggal 16 September. Tema perayaan tahun ini adalah “Ozone Layer Protection: The Mission Goes On”. Protokol Montreal sejauh ini berhasil memenuhi beberapa target pada penghapusan bahan perusak ozon. Akibatnya, konsentrasi bahan perusak ozon di atmosfer menurun dan lapisan ozon diperkirakan akan pulih sekitar pertengahan abad ini.

“Target Indonesia adalah sebelum tanggal 1 Januari 2015 industri manufaktur dan atau perakitan refrigerasi dan AC pengguna HCFC-22 serta industri pengguna HCFC-141b sebagai blowing agent untuk busa insulasi pada peralatan refrigerasi, dan manufaktur produk refrigerasi domestik, freezer, thermoware, refrigerated trucks dan integral skin telah selesai melakukan alih teknologi dari yang menggunakan HCFC menjadi non-HCFC untuk mencapai penurunan konsumsi HCFC sebesar 10% pada 1 Januari 2015”, demikian disampaikan oleh Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim KLH, Ir Arief Yuwono, M.A, pada sosialisasi pelaksanaan program dan kemajuan dari pencapaian target program penghapusan Bahan Perusak Ozon (BPO) jenis hydrochlorofluorocarbon (HCFC) di Indonesia dalam memenuhi kewajiban Pemerintah Indonesia terhadap keputusan Protokol Montreal.

Protokol Montreal yang mengatur tentang penghapusan bahan kimia yang dapat merusak ozon disepakati dan ditandatangani pada tanggal 16 September 1987, sehingga kemudian diperingati sebagai Hari Ozon International. Perjalanan 27 tahun Protokol Montreal telah menunjukkan capaian dengan telah dihapuskannya konsumsi dan produksi beberapa jenis bahan perusak ozon (BPO) untuk beberapa aplikasi yang telah memiliki bahan dan teknologi pengganti seperti chlorofluorocarbon (CFC), Halon, carbon tetrachloride (CTC), methyl chloroform (TCA) dan Methyl Bromide. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana memenuhi target penghapusan BPO jenis hydrochlorofluorocarbon (HCFC) oleh seluruh negara pihak, termasuk Indonesia.

HCFC merupakan BPO yang saat ini masih digunakan secara luas terutama di negara berkembang sebagai pengganti sementara CFC. Disebut sebagai pengganti sementara karena bahan tersebut masih memiliki potensi merusak ozon walaupun nilainya lebih kecil dibandingkan dengan CFC. HCFC juga memiliki nilai potensi pemanasan global, dengan HCFC yang paling umum digunakan memiliki hampir 2.000 kali lebih kuat dibandingkan carbon dioksida (CO2) dalam meningkatkan pemanasan global. Oleh karena itu, komitmen Protokol Montreal yang diadopsi pada tahun 2007 untuk mempercepat penghapusan HCFC menjadi tanggungjawab bersama seluruh negara Pihak untuk melanjutkan pencapaian tujuan Protokol Montreal tersebut.

Untuk menanggulangi agar penipisan lapisan ozon tidak berlanjut, KLH sebagai focal point Protokol Montreal di Indonesia dengan dukungan dari berbagai pihak telah berupaya melakukan pengendalian penggunaan bahan kimia perusak ozon. Komitmen Pemerintah dan Industri Indonesia sangat tinggi dalam upaya perlindungan lapisan ozon ini dan menjadi contoh nyata dalam menanggulangi masalah lingkungan.

Indonesia telah menetapkan strategi percepatan penghapusan HCFC yang tertuang dalam HCFC Phase Out Management Plan (HPMP) untuk mencapai target freeze pada tahun 2013 dan 10% reduksi HCFC pada tahun 2015. Reduksi konsumsi HCFC Indonesia akan dicapai antara lain melalui pembatasan impor HCFC, alih teknologi HCFC menjadi non-HCFC di industri manufaktur sektor Air Conditioning, Refrigeration dan Foam serta dukungan pemerintah melalui penyediaan kebijakan dan regulasi. Multilateral Fund (MLF) Protokol Montreal menyediakan bantuan pendanaan bagi industri manufaktur yang telah memenuhi kriteria untuk melakukan alih teknologi dari HCFC menjadi non-HCFC. Oleh karena itu kebijakan dan regulasi yang mendukung penghapusan HCFC sangat diperlukan agar dapat menjamin daya saing produk-produk yang lebih ramah lingkungan.

Melalui Peraturan Menteri Perindustrian No. 41/M-IND/PER/5/2014 tentang Larangan Penggunaan Hydrochloroflourocarbon (HCFC) di Bidang Perindustrian, yang diundangkan pada 4 Juni 2014, pemerintah telah menetapkan bahwa pada 1 Januari 2015, untuk HCFC jenis HCFC-22 dan HCFC-141b dilarang untuk digunakan pada pengisian dalam proses produksi mesin pendingin ruangan (AC) dan mesin pengatur suhu udara dan alat refrigerasi; pada proses produksi rigid foam untuk barang freezer, domestic refrigerator, boardstock/laminated, refrigerated truck; dan pada proses produksi integral skin untuk penggunaan atas permintaan produsen. Bagi perusahaan industri yang melanggar ketentuan, akan dikenai sanksi administrasi berupa pencabutan Izin Usaha Industri (IUI) atau Tanda Daftar Industri (TDI).

Hal lain yang menjadi sangat penting bagi kita semua adalah melakukan proteksi diri dari bahaya sinar ultra violet UV- B. Indonesia sebagai negara tropis memiliki potensi sinar matahari yang tinggi dalam 12 jam setiap harinya, sehingga dampak negatif terhadap kesehatan dapat dicegah sejak dini.

Sebagai rangkaian peringatan Hari Ozon 2014 diselenggarakan pula Kompetisi Ilmu Pengetahuan dengan tema Ozon tingkat SMA bertempat di Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Kegiatan ini diikuti perwakilan dari 27 SMA se Jakarta. Selanjutnya akan dilaksanakan Rakernis tentang penghapusan BPO di Indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 16 September 2014 di Bali yang akan dihadiri oleh Pemerintah Daerah Propinsi dan Kabupaten/Kota.

Referensi tambahan dapat diakses melalui : http://www.menlh.go.id/pengertian-lapisan-ozon-bahan-perusak-ozon-dampak-bagi-kesehatan