KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

IMG_0722Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan
7th ASEAN-Plus-Three Leadership Programme on Sustainable Production and Consumption dan Workshop on National SCP Policy Developments – Progress and Impacts

Kuta – Bali, 30 September 2014. Kementerian Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Sekretariat ASEAN dan Switch-Asia Programme menyelenggarakan 7th ASEAN Plus-Three Leadership Programme on Sustainable Production and Consumption dan Workshop on National SCP Policy Developments – Progress and Impacts. Acara ini dibuka secara resmi oleh Inar Ichsana Ishak, S.H., LLM.,ASOEN (ASEAN Senior Officials on the Environment)Chair Person, yang juga sebagai Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Sosial, Budaya, dan Kesehatan Lingkungan. Peserta kegiatan ini adalah (i) para Pejabat Senior bidang lingkungan negara-negara ASEAN serta ketiga negara mitra China, Jepang dan Republik Korea, (ii) Kelompok Kerja Pendidikan Lingkungan ASEAN, serta (iii) Nasional Focal Points di Asia Tenggara dari SWITCH-Asia Programme’s Regional Policy Component on Sustainable Consumption and Production, anggota tim Policy Support Components (PSC) dari National Policy Support Components (NPSCs).

Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama antara The United Nations University Institute for the Advanced Study of Sustainability (UNU-AS), United Nations Environment Programme (UNEP), Organisasi PBB untuk Pengembangan Industri (United Nations Industrial Development Organization -UNIDO), Sekretariat ASEAN, dan Kementerian Lingkungan Hidup se-ASEAN, bersama-sama dengan organisasi mitra, yang selama beberapa tahun telah bekerja sama dalam ASEAN-Plus-Three (ASEAN + 3) Leadership Programmes on Sustainable Production and Consumption dalam kerangka ASEAN Environmental Education Action Plan (AEEAP) yang didukung oleh negara-negara anggota ASEAN.

Pada sambutan pembukaannya, Inar Ichsana Ishak, S.H., LLM., menyatakan,”Pertemuan ASEAN + 3 LP ini merupakan platform regional penting karena menyatukan kebijakan dan pemangku kepentingan yang relevan dari negara-negara Asia untuk mempromosikan pengembangan dan pelaksanaan yang efektif dari kebijakan Sustainable Consumption and Production (SCP) di kawasan ASEAN seperti yang ditunjukkan dari PSC dan SWITCH-Asia Project. Langkah strategis dari tindak lanjut dari kerjasama yang baik antar negara-negara ASEAN adalah pengembangan kapasitas, yang memprioritaskan kepemimpinan dan tata kelola organisasi dalam menangani program SCP yang mendesak di tingkat regional”

Dalam kaitan dengan hal tersebut SWITCH-Asia Program langsung mendukung kebijakan Sustainable Consumption and Production (SCP) di negara-negara Asia melalui pembentukan satu Regional Policy Support Component (RPSC) dilaksanakan oleh UNEP dan National Policy Support Components (PSCs) di Indonesia, Filipina, Thailand dan Malaysia, dan akan segera menyusul untuk dimulai di Sri Lanka dan Bangladesh. PSCs masing-masing negara bekerja secara independen tentang berbagai topik dengan menerapkan pendekatan yang berbeda untuk implementasinya.

ASEAN + 3 Leadership Programmeadalah platform regional yang penting, yang menyatukan kebijakan dan pemangku kepentingan yang relevan dari negara-negara Asia untuk mempromosikan pengembangan dan pelaksanaan yang efektif dari kebijakan SCP di kawasan ASEAN seperti yang ditunjukkan dari PSCs dan SWITCH-Asia Projects.

Kegiatan the 7th ASEAN+3 Leadership Programme ini didahului oleh lokakarya yang difasilitasi oleh SWITCH-Asia Network Facility (NF) untuk menyajikan dan membahas “kemajuan dan dampak dari perkembangan kebijakan Nasional SCP”. Para peserta akan terlibat dalam pembahasan isu-isu penting untuk pengembangan konsumsi dan produksi melalui sistem yang lebih berkelanjutan dengan fokus isu yang berkaitan dengan kebijakan SPC dan alat pengambilan keputusan.

Tujuan ASEAN + 3 Leadership Programme yang ketujuh ini adalah pada peningkatan kapasitas bagi para pembuat kebijakan Sustainable Consumption and Production (SCP) khususnya di negara-negara ASEAN yang berfokus pada pengembangan kebijakan dan implementasi. Peserta pertemuan saling tukar menukar informasi dan pengalaman dalam memecahkan masalah dan kendala yang ada di negaranya masing-masing.

Informasi lebih lanjut hubungi:
Dr. Henry Bastaman, MES, Deputi Bidang Pembinaan Sarana Teknis Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas, Kementerian Lingkungan Hidup, Telp/Fax. 021 – 85904931, email: humaslh@gmail.com

Inar Ichsana Ishak, S.H., LLM.,ASOEN (ASEAN Senior Officials on the Environment) Chair Person/Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Sosial, Budaya, dan Kesehatan Lingkungan