KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Jakarta, 28 Agustus 2013. Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan The ASEAN Senior Officials on the Environment (ASOEN) ke-­‐24 yang berlangsung dari tanggal 26 – 31 Agustus 2013 di Jakarta. Pertemuan ASOEN dilakukan secara rutin setiap tahun oleh negara -­‐negara anggota ASEAN. Dalam pertemuan ASOEN ke-­‐23 yang dilaksanakan di Siem Reap, Kamboja, telah disepakati bahwa pertemuan ASOEN ke -­‐24 akan dilaksanakan di Indonesia.

Pertemuan ASOEN ke-­‐24 ini akan dilaksanakan beriringan dengan perte muan terkait lainnya yang dihadiri oleh para pejabat senior yang menangani isu lingkungan dari masing-­‐masing negara anggota ASEAN. Rangkaian pertemuan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. 15th Meeting of the Governing Board of ASEAN Centre for Biodiversity tanggal 25–27 Agustus 2013;
  2. ASEAN – EU Roundtable on Climate Change tanggal 27 Agustus 2013;
  3. 24th Meeting of the ASEAN Senior Officials on the Environment (ASOEN) tanggal 28–29 Agustus 2013;
  4. 7th ASEAN-­‐Japan Dialogue on Environmental Cooperation tanggal 30 Agustus 2013;
  5. 10th ASEAN Plus Three Senior Officials Meeting on the Environment (SOME) tanggal 30 Agustus 2013;
  6. East Asia Summit Officials Meeting (EAS-­‐OM) for the Preparation of the 4th East Asia Summit Environment Ministers Meeting (EAS EMM) tanggal 30 Agustus 2013.

Rangkaian pertemuan ASOEN akan dihadiri kurang lebih 100 peserta yang terdiri pejabat senior kementerian/lembaga dari negara-­‐negara anggota ASEAN yang mempunyai mandat untuk menangani isu lingkungan. Selain negara-­‐negara ASEAN hadir juga para pejabat senior dari negara mitra ASEAN yaitu China, Korea Selatan, Jepang, Australia, India, New Zeland, Rusia dan Amerika, disamping ASEAN Secretariat , lembaga regional dan internasional yang terkait untuk meningkatkan kerjasama dan kemitraan.

Pemimpin negara-­‐negara ASEAN sepakat untuk meningkatkan kerjasama di kawasan ASEAN untuk menjaga kelestarian lingkungan dalam rangka mencapai lingkungan yang bersih dan hijau. Dalam sambutan Pembukaan 24th Meeting of the ASEAN Senior Officials on the Environment (ASOEN) hari ini, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Prof. DR. Balthasar Kambuaya, MBA mengatakan, “Indonesia mendorong percepatan pelaksanaan ASEAN Socio Cultural Score Card yang memfokuskan pada elemen lingkungan dalam menjaga keberlanjutan dan kelestarian lingkungan”.

Penyelenggaraan pertemuan ASOEN pada tahun 2013 ini bertujuan:

  1. Memberikan bimbingan strategis dan kebijakan serta monitor dan review dari pelaksanaan ASEAN Socio Cultural Community (ASCC) Blueprint untuk elemen Penjaminan Kelestarian Lingkungan (Ensuring Environmental Sustainability);
  2. Mengkoordinasikan kegiat an terkait isu lingkungan yang lintas sektoral yang berada di bawah pilar ASEAN Charter (ASCC, ASEAN Economic Community dan Political Security Community );
  3. Melaksanakan rangkaian pertemuan lain terkait yang harus dihadiri oleh para pejabat senior ASEAN;
  4. Menyiapkan hasil pertemuan untuk dilaporkan dalam rangkaian pertemuan Menteri Lingkungan ASEAN.

ASOEN dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan kelestarian lingkungan hidup di kawasan Asia Tenggara, oleh karena itu ASOEN bekerja untuk mencapai suatu pembangunan berkelanjutan serta mewujudkan suatu kawasan yang “clean and green”. Hal tersebut dilakukan deng an upaya perlindungan sumber daya alam untuk pembangunan ekonomi dan sosial termasuk termasuk pengelolaan berkelanjutan dan konservasi tanah, air, hutan, keanekaragaman hayati, pesisir dan laut, energi serta peningkatan kualitas air dan udara untuk wilayah ASEAN. ASOEN mendukung partisipasi aktif ASEAN dalam upaya mengatasi tantangan lingkungan global, termasuk perubahan iklim dan perlindungan lapisan ozon, serta mengembangkan dan mengadaptasi teknologi ramah lingkungan untuk kebutuhan pembangunan dankeles tarian lingkungan.

Seperti yang dimandatkan dalam Roadmap ASEAN Socio Cultural Community (ASCC) Blueprint periode 2009 -­‐ 2015, maka kegiatan ASOEN akan difokuskan pada area: (i) penanganan isu-­‐isu lingkungan global; (ii) penanggulangan dan pencegahan pencemaran lingkungan lintas batas; (iii) peningkatan pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan lingkungan dan partisipasi publik; (iv) peningkatan teknologi ramah lingkungan; (v) peningkatan standar kualitas hidup di kota-­‐kota/daerah perkotaan ASEAN; (vi) penyelarasan kebijakan lingkungan dan pangkalan data; (vii) promosi pemanfaatan lingkungan pesisir dan laut secara berkelanjutan; (viii) promosi pemanfaatan pengelolaan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan; (ix) pemajuan kelestarian sumber daya air tawar dan (x) respon terhadap perubahan iklim dan penanganan dampaknya.

Setiap area di atas memiliki action line yang tertuang dalam ASCC Blueprint. Untuk memonitor pencapaian action line tersebut, maka terdapat indikator untuk masing-­‐masing area. Hasil monitor dan review pencapaian action line untuk masing-­‐masing negara tertuang dalam score card. Hasil yang tercantum dalam score card tersebut akan dilaporkan pada KTT ASEAN sebagai pecapaian elemen Penjaminan Kelestarian Lingkungan (Ensuring Environmental Sustainability) yang merupakan salah satu elemen dari pilar sosio cultural community.

Pertemuan ASOEN ini juga mempersiapkan pertemuan ASEAN Ministerial Meeting on the Environment (AMME) atau Pertemuan tingkat Menteri yang terkait dengan isu lingkungan hidup ini dilaksanakan setiap tiga tahun sekali. Indonesia akan menjadi tuan rumah AMME yang akan berlangsung bulan September 2013 di Surabaya.

Seluruh rangkaian acara ini merupakan upaya mencapai Visi Association of South East Asian Nation (ASEAN) 2020 disebutkan bahwa a clean and green ASEAN with fully established mechanisms for sustainable development to ensure the protection of the region’s environment, the sustainability of its natural resources and the high quality of life of its peoples.

Untuk Informasi Lebih Lanjut:

Dana A. Kartakusuma,
Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup bidang Lingkungan Global,
Telp : 021-­‐8580112,
Email: humaslh@gmail.com / www.menlh.go.id