KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Rabu, 14 Maret 2012 – Kementerian Lingkungan Hidup bekerjasama dengan LAPAN, LIPI dan Para ahli yang mewakili negara asia mengadakan seminar dan diskusi pada hari ini,  tema yang di usung adalah “Indonesia Young Scientist Forum on the Environment: Promoting Green Technology”. Kegiatannya sendiri dibuka oleh Sekretaris Menteri Lingkungan Hidup mewakili Menteri Negara Lingkungan Hidup yang berhalangan hadir di Hotel, Shangri La Jakarta.

Pertemuan yang banyak mendatangkan para pakar dan ahli muda di bidangnya ini membicarakan hasil penemuan dan uji coba yang sudah  diterapkan di masyarakat. Kegiatan di mulai dengan overview Kebijakan: Peran Ilmu Pengetahuan/Riset dalam proses Pembuatan Kebijakan di Bidang Lingkungan  Hidup. Pada diskusi terbuka dimoderatori langsung oleh Teddy Lesmana dari LIPI.

Sedangkan pada Isu Lingkungan Hidup Drs. Rasio Ridho Sani, M.Com, MPM berbicara banyak mengenai isu secara Makro dalam bidang Lingkungan Hidup.  Kondisi lingkungan yang terus menurun tidak bisa lepas dari Riset yang mendukung Pembangunan berkelanjutan. Pentingnya study riset ini dibawakan oleh Asdep Ilmu Pengetahuan dan Teknoligi Pemerintah (LIPI).

Secara paralel juga diadakan panel diskusi yang menitik beratkan pada keberhasilan-keberhasilan dari penemuan-penemuan para ahli di bidang lingkungan dan biologi.  Penemuan beberapa unsur yang biasa disebut dengan istilah bio teknologi ini juga banyak mendukung program atau kampanye pemerintah dalam mengurangi senyawa kimia yang telepas ke alam bebas, seperti penggunaan pupuk anorganik, atau pupuk kimia lainnya terutama yang dapat “menetap” ditanah dan mudah terbawa air.  Teknologi Mikroba dan senyawa-senyawa organik lainnya sangat berperan dalam mengurai dan mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia pada industri atau pertanian. Pembicara di bidang ini adalah Peneliti Muda Biologi Dr. Antonius Sarjiya dari Pusat Penelitian biologi LIPI.

Sedangkan Balai teknologi Lingkungan BPPT banyak menjelaskan penemuan-penemuan dalam bidang teknologi yang dapat mengurai IPAL baik dari skala rumah tangga, sampai dengan Industri, Rumah sakit dan Hotel. Limbah yang diolah  di murnikan kembali  lewat proses kimiawi kemudian dipergunakan kembali untuk kegiatan  sehari-hari. Dengan Tema Pengelolaan Limbah berwawasan lingkungan diharapkan akan mengurangi terbuangnya limbah kelingkungan. Dua pembicara ini di Moderatori oleh Dr. Yuni Setijo Rahajoe (Puslit Biologi LIPI).

Pada diskusi setelah Isoma Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh LAPAN banyak berbicara pentingnya riset dan teknologi penginderaan jauh dalam pengelolaan lingkungan. Banyak hasil temuan dan contoh yang dipaparkan betapa pentingnya teknologi penginderaan ini. Tetapi yang banyak ditunggu dari para peserta adalah setelah Rehat kopi diskusi terbuka dan “Wrap Up Meeting” dengan Moderator Dr. Rizaldi Boer beserta tim Perumus; Dr. Eddy Hermawan  (Pusat Sains dan Teknologi Atmosfir LAPAN) Pembicaran banyak  berbicara mengenai dampak teknologi dan penerapan teknologi serta ilmu pengetahuan pada isu perubahan iklim. Akhirnya peran serta ahli yang mendukung program Green Technologi, lewat pendekatan teknologi yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan sudah harus diterapkan mulai dari sekarang. (RY)

Informasi Lebih lanjut:
Biro PKLN KLH