KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim, di Durban 2011, akan mendatangkan bersama-sama perwakilan pemerintah di dunia, organisasi internasional dan masyarakat sipil. Diskusi akan berusaha untuk maju, dengan cara seimbang, pelaksanaan Konvensi dan Protokol Kyoto, serta Rencana Aksi Bali (Bali Action plan), yang disepakati pada COP 13 di 2007, dan Kesepakatan Cancun (Cancun Agreements), pada COP 16 Desember 2010  lalu.

Prakarsa Peluncuran ‘Momentum untuk Perubahan’ UNFCCC pada hari Selasa, 6 Desember 2011 pukul 18:30 waktu Durban. Dengan pembicara, · Jacob Zuma, President of South Africa Ban Ki-moon, United Nations Secretary-General and Ms. Christiana Figueres, UNFCCC Executive Secretary yang dimoderatori oleh Lord Nicholas Stern. Inisiatif ini bertujuan untuk menampilkan upaya yang sudah diuntungkan masyarakat di negara-negara berkembang, sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap dampak tak terelakkan dari perubahan iklim atau mengurangi emisi gas rumah kaca. Informasi lebih lanjut lihat acara di sini pdf(160 kB).

Konferensi PBB Tentang Perubahan Iklim, Durban 2011, telah menyampaikan terobosan pada respon masyarakat internasional terhadap perubahan iklim. Dalam pertemuan terbesar kedua setelah, pelaksanaan Konvensi dan Protokol Kyoto, Bali Action Plan, dan Kesepakatan Cancun dilakukan  negosiasi lanjutan, dalam cara yang seimbang. Hasilnya termasuk keputusan para Pihak untuk mengadopsi sebuah perjanjian hukum universal tentang perubahan iklim sesegera mungkin, dan selambat-lambatnya tahun 2015. Presiden COP17/CMP7 Maite Nkoana-Mashabane mengatakan: “Apa yang telah kita capai di Durban akan memainkan peran sentral dalam menyelamatkan besok, dan hari ini.“(Ry)

Informasi terkait :

Sumber: unfccc.int