KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA




Dalam
Cekungan
Bandung style='font-family:"Book Antiqua"'> Aku Perlu Udara Segar.

Kota
Bandung yang merupakan Ibu Kota Propinsi Jawa Barat mempunyai luas wilayah
seluas + 16.729,650 Ha, dengan jumlah penduduk saat ini sekitar 2.020.222
jiwa dengan kepadatan 121 jiwa/Ha dan laju pertumbuhannya mencapai 0.47 %/tahun.

style='font-family:"Book Antiqua"'>Memperhatikan kondisi geografis, topografis
dan stratigrafi, telah menghantar Kota Bandung menjadi daerah yang unik, karena
merupakan bagian dari cekungan yang dikelilingi oleh gunung dan pegunungan,
sehingga iklim lokal, iklim regional dan iklim global serta dinamika atmosfir
berperan sangat unik pula.

style='font-family:"Book Antiqua"'>Keunikan iklim dan dinamika atmosfir di Cekungan
Bandung diakibatkan oleh karena pertukaran style='font-family:"Book Antiqua"'>massa
udara baik vertikal maupun horisontal sangat dipengaruhi oleh karakteristik
kondisi fisik daerah cekungan tersebut.

style='font-family:"Book Antiqua"'>Dengan demikian maka penumpukan / akumulasi
gas buang oleh sumber pencemar pada daerah tersebut akan meningkatkan konsentrasi
pencemaran udara dan berdampak pada penurunan kualitas udara secara umum.
Demikian pula, lokasi penerima konsentrasi pencemaran udara yang sudah dan
cenderung melewati ambang batas yang ditetapkan, akan berdampak pula terhadap
kesehatan masyarakat maupun mahluk hidup lainnya.

Berdasarkan
hasil pengukuran uji emisi gas buang kendaraan bermotor yang dilakukan oleh
BPLH Kota Bandung pada tahun 2003, diperoleh hasil  bahwa untuk kendaraan
berbahan bakar bensin secara total emisi parameter CO dan HC yang di atas
baku mutu sebesar 52.95 %, sedangkan untuk kendaraan berbahan bakar solar
secara total emisi parameter Smoke (asap) yang di atas baku mutu sebesar 71.82
%.

Melihat
hasil pengukuran tersebut di atas, perlunya kebijakan pengendalian pencemaran
udara yang bersumber dari emisi kendaraan bermotor yang telah dicanangkan
pemerintah dalam Program Langit Biru untuk dilaksanakan  secara intensif.
Pada saat ini
Kota style='font-family:"Book Antiqua"'> Bandung
sudah mempunyai peraturan yang mewajibkan kendaraan pribadi untuk diuji emisi
namun sayang pelaksanaan nya di lapangan belum optimal.
style='font-family:"Book Antiqua"'> Salah satu hal yang terus dilakukan oleh Pemerintah
Kota Bandung adalah peningkatan kesadaran masyarakat melalui kegiatan-kegiatan
yang berkaitan dengan upaya pengendalian pencemaran udara. Melalui penyelenggaraan
“Lomba Uji Emisi Kendaraan Instansi Pemerintah & Swasta Se-Kota
Bandung Tahun 2004
� diharapkan dapat meningkatkan peran serta dan
kesadaran masyarakat.

Lomba
Emisi Menjadi Tujuan

Lomba Emisi Kendaraan Instansi Pemerintah dan Swasta Se-Kota
Bandung Tahun 2004, dilaksanakan oleh Badan Pengelola Lingkungan Hidup Kota
Bandung bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, dengan tujuan sebagai
berikut :

style='font-family:"Book Antiqua";color:black'>1.           
Meningkatkan
kesadaran masyarakat mengenai dampak pencemaran udara terhadap kesehatan;

style='font-family:"Book Antiqua";color:black'>2.           
Menyebarluaskan
manfaat pemeriksaan dan pemeliharaan kendaraan bermotor terhadap pengurangan
emisi gas buang;

style='font-family:"Book Antiqua";color:black'>3.           
Mengajak
masyarakat untuk turut serta menjaga kualitas udara dengan cara mengontrol
kondisi emisi gas buang kendaraannya.

style='font-family:"Book Antiqua";color:black'>4.           
Menciptakan
rasa tanggung jawab terhadap pengendalian pencemaran udara dari emisi gas
buang kendaraan bermotor melalui uji emisi gas buang kendaraan bermotor;

style='font-family:"Book Antiqua";color:black'>5.           
Menjadikan
kantor peserta lomba sebagai pelaksana pengurangan emisi gas buang kendaraan
bermotor

Sasaran Kegiatan lomba Emisi

Sasaran yang ingin dicapai dari pelaksanaan kegiatan lomba adalah
:

style='font-family:"Book Antiqua";color:black'>1.           
Terjalin
kerjasama interaktif antara masyarakat, Pemerintah Kota Bandung dalam hal
ini Badan Pengelola Lingkungan Hidup, instansi terkait, swasta, Bank ,perguruan
tinggi dan stakeholder lainnya dalam rangka pengendalian pencemaran udara
dari emisi gas buang kendaraan bermotor;

style='font-family:"Book Antiqua";color:black'>2.           
Termotivasinya
masyarakat untuk merawat kendaraannya dengan baik dan benar;

style='font-family:"Book Antiqua";color:black'>3.           
Meningkatnya
kualitas udara di wilayah Kota Bandung dan sekitarnya.

style='font-family:"Book Antiqua"'>Kriteria Peserta

Kriteria peserta lomba adalah
sebagai berikut :

a. style='font:7.0pt "Times New Roman"'>           
Peserta lomba adalah
kantor atau bangunan lainnya yang digunakan oleh suatu badan hukum resmi,
baik instansi pemerintah ,BUMN, BUMD, swasta nasional maupun multinasional;

b. style='font:7.0pt "Times New Roman"'>           
Peserta lomba berlokasi
di wilayah Kota Bandung;

c. style='font:7.0pt "Times New Roman"'>            
Peserta lomba yang
berlokasi di daerah rawan polusi kendaraan bermotor.

d. style='font:7.0pt "Times New Roman"'>          
Peserta lomba dalam
operasi sehari-harinya harus melibatkan penggunaan kendaraan beroda empat
atau lebih yang berjumlah minimal 20 (dua puluh) buah yang merupakan kendaraan
dinas/operasional, baik kendaraan tersebut dimiliki langsung oleh perusahaan
, disewa oleh perusahaan, atau dimiliki langsung oleh karyawan/karyawati.

e. style='font:7.0pt "Times New Roman"'>           
Sifat keikutsertaan
dalam lomba emisi ini adalah sukarela dan tidak dipungut biaya.

Peserta Lomba Emisi Kendaraan
Instansi Pemerintah dan Swasta Se-Kota Bandung Tahun 2004 ini diikuti oleh
38 peserta dari berbagai instansi pemerintah, swasta dan perguruan tinggi.

style='font-family:"Book Antiqua"'>Daftar Peserta Lomba Emisi Kendaraan Instansi
Pemerintah

style='font-family:"Book Antiqua"'>                  dan Swasta Se-Kota style='font-family:"Book Antiqua"'>Bandung style='font-family:"Book Antiqua"'> Tahun 2004

style='border-collapse:collapse;border:none'>

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>NO.

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>NAMA INSTANSI/ PERUSAHAAN

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>ALAMAT

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>1.

Dinas Pengairan Kota style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Bandung

Jl.
Cianjur No. 4 A
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>2.

Dinas Pengelola Pasar

Jl.
Jurang No. 1
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>3.

BPLH Kota Bandung

Jl.
Sadang Tengah No. 4
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>4.

BAPPEDA Kota Bandung

Jl.
Taman Sari No. 76

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>5.

Dept. Agama Kantor Wilayah Prop. Jabar

Jl.
Jend. Sudirman No. 644
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>6.

Dinas Perhubungan Kota style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Bandung

Jl.
Soekarno – Hatta No. 205
Bandung 

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>7.

PT. PINDAD Bandung

Jl.
Gatot Subroto No. 517
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>8.

Perum Perhutani Unit III Jabar dan Banten

Jl.
Soekarno – Hatta No. 628
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>9.

Dinas Kesehatan Kota style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Bandung

Jl.
Supratman No. 73
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>10.

Pengadilan Negeri Kl. I style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Bandung

Jl.
L.L.R.E. Martadinata No. 74-80

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>11.

Institut Teknologi Bandung

Jl.
Ganesa No. 10
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>12.

PDAM Kota Bandung

Jl.
Badak Singa No. 10
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>13.

Dinas Pertanian Kota style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Bandung

Jl.
Arjuna No. 45
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>14.

Lanud Husein Sastranegara

Jl.
Nurtanio No. 2
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>15.

Dinas Pendidikan Prop. Jabar

Jl.
Dr. Rajiman No. 6
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>16.

Kantor Camat Coblong style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Kota style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'> style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Bandung

Jl.
Sangkuriang No. 10A
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>17.

PT. I N T I   Bandung

Jl.
Mohamad Toha No. 77
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>18.

Sekretariat Daerah Pemerintah Prop. Jabar

Jl.
Dipenogoro
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>19.

Polwiltabes Bandung

Jl.
Merdeka No. 18 – 20
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>20.

Sekretariat  DPRD Kota Bandung

Jl.
Aceh No. 36
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>21.

PT Pertamina Unit Pemasaran III Cab. style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Bandung

Jl.
Wirayuda No. 1
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>22.

RS. Santo Boromeus

Jl.
Ir. H. Juanda No. 100
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>23.

DIPENDA Kota Bandung

Jl.
Wastukencana No. 2
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>24.

Sekretariat Daerah Pemerintah style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Kota style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'> style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Bandung

Jl.
Wastukencana No. 2
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>25.

Satpol PP Kota Bandung

Jl.
Wastukencana No. 2
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>26.

BPOD Kota Bandung

Jl.
Wastukencana No. 2
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>27.

Asisten Ekbang dan Kesra Kota Bandung

Jl.
Wastukencana No. 2
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>28.

Universitas Pendidikan style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Indonesia

Jl.
Dr. Setiabudi Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>29.

Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota Bdg

Jl.
Ambon No. 1
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>30.

Dinas Kependudukan Kota style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Bandung

Jl.
Ambon No. 1 B 
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>31.

Dinas Perumahan Kota style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Bandung

Jl.
Tera No. 20
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>32.

RSUD Ujungberung Kota style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Bandung

Jl.
Raya Ujungberung     
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>33.

Dinas Pertanian Tanaman Pangan Prop. Jabar

Jl.
Surapati No. 71
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>34.

RS. Hasan Sadikin

Jl.
Pasteur No. 38
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>35.

Hotel Papandayan

Jl.
Gatot Subroto   
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>36.

Dinas Kebakaran Kota style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Bandung

Jl.
Sukabumi No. 17
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>37.

Dinas Bina Marga Kota Bandung

Jl.
Cianjur No. 34 
Bandung

style='font-size:10.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>38.

Disperindag Kota Bandung

Jl.
Cianjur No. 34 
Bandung

Penghargaan

style='font-family:"Book Antiqua"'>Untuk meningkatkan motivasi dan minat keikutsertaan
dari masyarakat, penyelenggara menyediakan 2 jenis penghargaan berupa penghargaan
utama  dan penghargaan khusus. 

style='font-family:"Book Antiqua"'>Penghargaan Utama diberikan kepada 3 (tiga)
pemenang atau peserta yang memiliki Nilai Akhir Lomba tertinggi dengan untuk
kategori pemerintah, dan swasta.   Penghargaan pemenang perkategori adalah
sebagai berikut :

a.
Trophy “Juara Kelompok Pemerintah Lomba Emisi Kendaraan Instansi Pemerintah
dan Swasta Se-Kota Bandung 2004
� dan sertifikat pemenang;

b.
Trophy “Juara Kelompok Swasta Lomba Emisi Kendaraan Instansi Pemerintah
dan Swasta Se-Kota Bandung 2004
� dan sertifikat pemenang;

Penghargaan
khusus dalam hal ini terdiri dari :

a.
Penghargaan terhadap “Pemeliharaan Kendaraan Terbaik� yang diberikan
kepada pemilik mobil yang memiliki tahun kendaraan tertua dengan nilai emisi
terendah.

b.
Penghargaan terhadap “Emisi Kendaraan Terendah� yang diberikan kepada pemilik
mobil dengan nilai emisi terendah.

Jadwal
Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan lomba uji emisi kendaraan instansi pemerintah
dan swasta ini, dilaksanakan sekitar 5 bulan sesuai dengan jadwal yang telah
disusun dan diharapkan pengumuman pemenang dapat dilakukan bersamaan dengan
Peringatan Hari Jadi Kota Bandung  pada tanggal 25 September 2004

KRITERIA
PENILAIAN

Kriteria penilaian dan kuesioner lomba emisi secara detil mengikuti
asumsi-asumsi sebagai berikut :

1.           
Objektivitas lomba
adalah emisi gabungan terendah;

2.           
Nilai peserta adalah
nilai seluruh kendaraan yang diukur emisinya;

3.           
Perhitungan penilaian
kendaraan berdasarkan pada ambang batas parameter pencemar udara (
style='font-family:"Book Antiqua"'>HC,
CO style='font-family:"Book Antiqua"'>, opasitas) sesuai dengan Kepmen. 35/93 dan
mempertimbangkan usia kendaraan.

style='font-family:"Book Antiqua"'>Rumus untuk menentukan nilai kendaraan dan
nilai peserta adalah sebagai berikut :

style='font-family:"Book Antiqua"'> src="WEBSITE-BDG_files/image001.gif">

style='font-family:"Book Antiqua"'>dimana :

style='font-family:"Book Antiqua"'>         Np              =         
Nilai peserta

style='font-family:"Book Antiqua"'>         Nk          =         
Nilai kendaraan

style='font-family:"Book Antiqua"'>         N                        =         
jumlah kendaraan

style='font-family:"Book Antiqua"'>Nk diperoleh dari :

style='font-family:"Book Antiqua"'>Nk = (80% * XE) + (20%
* Xu)

style='font-family:"Book Antiqua"'>dimana : 

style='font-family:"Book Antiqua"'>         XE           =         
nilai dari hasil uji emisi

style='font-family:"Book Antiqua"'>         Xu           =         
nilai dari usia kendaraan

Perhitungan nilai emisi merupakan rata-rata dari emisi
HC dan CO untuk kendaraan berbahan bakar bensin.  Sedangkan kendaraan berbahan
bakar solar  perhitungan nilai emisi merupakan nilai opasitas.

Nilai
emisi kendaraan berbahan bakar bensin

style='font-family:"Book Antiqua"'> src="WEBSITE-BDG_files/image002.gif">

Nilai
emisi kendaraan berbahan bakar solar

style='font-family:"Book Antiqua"'> src="WEBSITE-BDG_files/image003.gif">

Nilai
usia kendaraan berbahan bakar bensin

           

Nilai
usia kendaraan berbahan bakar solar

style='font-family:"Book Antiqua"'> src="WEBSITE-BDG_files/image005.gif">

Penskalaan
umur kendaraan

style='border-collapse:collapse;border:none'>

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Umur (thn)

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Kadar style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'> style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>CO style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'> (%)

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Kadar HC (ppm)

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Kadar Opasitas

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Nilai

0 – 2

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>CO ≤ 4.5

HC ≤ 1200

Op ≤ 25

50

2 – 4

     

55

4 – 6

     

60

6 – 8

     

65

8 – 10

     

70

> 10

     

75

0 –2

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>CO style='font-size:11.0pt;font-family:Symbol'>> style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'> 4.5

HC > 1200

Op > 25

20

2 – 4

     

25

4 – 6

     

30

6 – 8

     

35

8 – 10

     

40

> 10

     

45

style='font-family:"Book Antiqua"'>Nilai ECO dan EHC diperoleh
dengan rumus :

style='width:450.65pt;border-collapse:collapse;border:none'>

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Kadar style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'> style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>CO style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'> (%)

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Nilai  ECO

 

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Kadar HC (ppm)

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Nilai  EHC

0 £
CO
£ style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'> 4.5

-11.11 * CO + 100

 

0 £
HC
£ style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'> 1200

- 0.0417 * HC + 100

4.5  < CO £ style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'> 10

- 9.09 * CO + 90.9

 

1200  < HC £ style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'> 1800

- 0.0833 * HC + 150

CO > 10

0

 

HC > 1800

0

style='font-family:"Book Antiqua"'>Nilai EOP diperoleh dengan rumus

style='border-collapse:collapse;border:none'>

style='font-family:"Book Antiqua"'>Kadar Opasitas 

style='font-family:"Book Antiqua"'>Nilai  EOP

0
£ Op £ style='font-family:"Book Antiqua"'> 25

-
2 * Op + 100

25 
< Op £ style='font-family:"Book Antiqua"'> 100

-
2/3 * Op + 200/3

PELAKSANAAN
LOMBA UJI EMISI

Technical
Meeting

Technical
Meeting dimaksudkan untuk memberikan penjelasan kepada peserta lomba uji emisi
tentang teknis pelaksanaan pengujian emisi dan persiapan yang harus dilakukan.
Pengarahan mengenai tata laksana lomba mencakup 3 hal yaitu :

a.
Tata cara pengukuran;

b.
Tata cara pencatatan;

c.
Tata cara pelaporan hasil pengukuran kepada panitia.

Technical
meeting dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 15 Juni 2004 di Kantor BPLH
style='font-family:"Book Antiqua"'>Kota
Bandung style='font-family:"Book Antiqua"'>.

Peresmian/Closing 
Lomba

Pelaksanaan
kegiatan uji emisi di
Bandung style='font-family:"Book Antiqua"'> cukup unik karena ekspos lomba terhadap masyarakat
dilakukan sebelum dan pada saat terakhir pengujian emisi.  Lain halnya 4 style='font-family:"Book Antiqua"'>kota
acara peresmian Lomba emisi dilakukan pada saat pengukuran pertama dilakukan
dan biasanya mengambil tempat di Balai
Kota style='font-family:"Book Antiqua"'>. Acara Closing ini dilaksanakan pada tanggal
8 Juli di Alun-alun Ujung Berung Bandung style='font-family:"Book Antiqua"'>.

Pelaksana
Pengujian

Pelaksanaan
uji emisi bertempat di kantor masing-masing peserta yang dilakukan mulai tanggal
21 Juni – 8 Juli. 

HASIL  LOMBA 
EMISI

Selain
pengujian emisi dilakukan pula penyebaran kuesioner untuk mengetahui sejauh
mana respon masyarakat terhadap Program Langit Biru serta upaya pengendaliannya.

Berdasarkan hasil evaluasi data diri dan kendaraan kuesioner
lomba uji emisi diperoleh hasil sebagai berikut :

1.     
Sebagian besar responden
adalah laki-laki sekitar 424 orang (90%) sedangkan wanita sekitar 48 (10%);

style='font-family:"Book Antiqua"'>2.     
    Usia responden
bervariasi antara 20 s.d. 50 tahun dengan rincian sebagai berikut : usia lebih
kecil dari 20 tahun adalah sekitar mendekati 0%, usia antara 20-29 tahun sebesar
8 %, usia 30-39 tahun sebesar 22%, usia 40-49 tahun sebesar 42 % dan untuk
usia > 50 tahun sekitar 28 %;

3.     
Menurut tingkat pendidikan
maka responden dengan pendidikan SD sebesar 8 %, SLTP sebesar 14 %, SLTA sekitar
26 %, dan paling besar responden sarjana sebesar 29 %, Sarjana Muda sebesar
11 %, S2 sebesar 12 % sedangkan untuk S3 hampir mendekati 0%;

style='font-family:"Book Antiqua"'>4.     
Jenis pekerjaan responden
terdiri dari PNS sebesar 74 %, pegawai swasta mendekati 0%, wiraswasta sekitar
11 %,sedangkan untuk lainnya sebesar 14 %;

5.     
Pada saat uji emisi
ini kendaraan yang paling banyak digunakan adalah milik kantor sebesar 58
%, kemudian milik pribadi sebesar 39 %, milik orang tua sebesar 1 % dan lainnya
sebesar 2 %.

style='font-family:"Book Antiqua"'>6.     
Tahun pembuatan kendaraan
dibagi berdasarkan klasifikasi sebagai berikut :

Ø     
1970 – 1979 sebanyak
2 %

Ø     
1980 – 1985 sebanyak
7 %

Ø     
1986 – 1995 sebanyak
43 %

Ø     
1996 ke atas sebanyak
48 %;

style='font-family:"Book Antiqua"'>Untuk mengetahui persepsi masyarakat berdasarkan
kuesioner yang diisi oleh responden dapat dilihat sebagai berikut :

style='font-family:"Book Antiqua"'>1.     
    Penggunaan bahan
bakar paling besar adalah premium (76%), diikuti oleh solar (19%) dan sekitar
4 % koresponden menggunakan pertamax serta hanya sekitar 1 % pengguna pertamax
plus. Tingkat pemakaian bahan bakar ramah lingkungan berbasis gas dari koresponden
ternyata tidak ada (0%) dan hal ini mengingatkan kita bahwa sosialisasi dan
gerakan penggunaan kendaraan berbahan bakar gas harus lebih ditingkatkan.
Berkaitan dengan ini tanggapan positif terhadap sosialisasi bahan bakar gas
di dapat dengan 16,74 % responden menyatakan sangat setuju dan 58,47 % setuju
terhadap penggunaan bahan bakar gas untuk kendaraan dalam upaya pengendalian
pencemaran udara.

style='font-family:"Book Antiqua"'>2.     
   Sebanyak 97,25 %
responden telah mengetahui manfaat tune up dalam pengendalian pencemaran dan
hanya 5% yang tidak mengetahuinya sama sekali. Hal ini mencerminkan bahwa
sosialisasi Program Langit Biru yang dilakukan oleh Badan Pengelola Lingkungan
Hidup melalui uji petik di jalan, seminar, pelatihan teknisi bengkel dan kampanye
pengendalian pencemaran udara melalui radio serta surat kabar dan program
lain-lainnya sudah cukup berhasil. Hasil kuesioner juga memperkuat asumsi
di atas karena sebanyak 44% responden melakukan tune up sebanyak 3 bulan sekali,
31% responden menyatakan melakukan tune up setiap 6 bulan sekali, 11% melakukan
1 (satu) bulan sekali dan 14% melakukan tune up setiap 1 (satu) tahun sekali.

style='font-family:"Book Antiqua"'>3.     
   Sebanyak 42,37%
responden menyatakan sangat setuju dengan pernyataan udara Kota Bandung sudah
tercemar, dan 52,97 % menyatakan setuju sedangkan sisanya menyatakan kurang
setuju (1,27%) atau tidak setuju (0.42%). Tetapi sekitar 32,84 % kurang setuju
dan 13,98 tidak setuju responden jika dikatakan penyebab udara Bandung tercemar
adalah dari mobil pribadi, di pihak lain 8,9% menyatakan sangat setuju dan
34.96% setuju dengan pernyataan sumber pencemar terbesar berasal dari emisi
kendaraan pribadi dan sisanya menyatakan tidak tahu (9.32%).

style='font-family:"Book Antiqua"'>4.     
   Tingkat pemahaman
responden terhadap hubungan pemeliharaan kendaraan dengan pencemaran cukup
tinggi, hal ini dibuktikan dari 39,83% responden menyatakan sangat setuju
dan 57,42% menyatakan setuju. Sisanya menyatakan tidak, kurang setuju atau
bahkan tidak tahu.

style='font-family:"Book Antiqua"'>5.     
  Sedangkan pemahaman
terhadap bahaya timbal (Pb) dalam bensin bagi kesehatan, sebanyak 40,68% menyatakan
sangat setuju, 53,81 menyatakan setuju, sisanya menyatakan tidak tahu (4,24%),
kurang setuju dan tidak setuju hampir 1,27%. Di sisi lain 60,81% responden
menyatakan setuju dan 19,7 sangat setuju untuk membeli bensin tanpa Timbal
(Pb) meski lebih mahal. Hanya 8,69% menyataka kurang setuju dan 2,75 tidak
setuju sedangkan 8,05 % menyatakan tidak tahu.

style='font-family:"Book Antiqua"'>6.     
   Sebanyak 52,75%
responden menyatakan setuju dan 14,62% sangat setuju apabila perbaikan kualitas
udara dilakukan dengan pemakaian katalis sedangkan 30,72% tidak tahu dan sisanya
kurang dan tidak setuju.

style='font-family:"Book Antiqua"'>7.     
   Program pemeliharaan
dan perawatan kendaraan di
Bandung style='font-family:"Book Antiqua"'> banyak mendapat dukungan dimana 59,63% setuju
dan 30,93 % sangat setuju. Hal ini didukung pula oleh kesediaan responden
untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan kendaraan dalam pengurangan pencemaran
udara sebanyak 8.05% menyatakan sangat setuju dan 66,53% menyatakan setuju.

style='font-family:"Book Antiqua"'>8.     
Berkaitan dengan perlu
tidaknya didirikan badan untuk melakukan uji emisi, sebagian besar menyatakan
setuju 72,67% dan sangat setuju 23,52% responden. Sebanyak 1,48% menjawab
kurang setuju, tidak setuju 4,03% dan yang menjawab tidak tahu 1,91%.

style='font-family:"Book Antiqua"'>9.     
   Respon dari masyarakat
terhadap kegiatan uji perik di jalan dalam rangka penaatan ambang batas emisi
gas buang cukup bagus dilihat dari 18,43% sangat setuju dan 66,53% setuju.
9,75% menyatakan tidak tahu, 4,03% kurang setuju dan 1,27% tidak setuju.

style='font-family:"Book Antiqua"'>10. 
Uji emisi kendaraan
sebaiknya dilaksanakan secara regular, dimana 10,59% menyatakan sangat setuju
dan 57,42% menyatakan setuju jika hasil uji emisi dikaitkan dengan perpanjangan
STNK. Sebanyak 12,5% menjawab tidak tahu, 11,23% kurang setuju dan 8,26% tidak
setuju terhadap rencana ini.

style='font-family:"Book Antiqua"'>11. 
Sekitar 53,81% menyatakan
setuju dan 15,04% sangat setuju jika sanksi denda bagi kendaraan yang melewati
ambang batas emisi gas buang diberlakukan. Sementara 11,02% menyatakan tidak
tahu dan hanya 14,83% menyatakan kurang setuju dan 5,3% tidak setuju.

Keterangan lebih lanjut :Hubungi :

Asisten Deputi Urusan Emisi Kendaraan
Deputi Pengendalian Sumber Non Institusi, KLH
E-mail:emisikendaraan@menlh.go.id