KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

FESTIVAL musik jazz oleh JakJazz kali ini memang terbilang istimewa. Sebab beberapa pihak terlibat dalam acara ini. Dalam
penyelenggaraannya, JakJazz berkolaborasi dengan WWF¬Indonesia dan Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Sementara di atas panggung, ada sepuluh musisi jazz Indonesia terlibat kolaborasi musik.

"Ada 58 musisi jazz lokal ikut memeriahkan acara ini, selain musisi dari 17 negara," Ireng Maulana dalam konperensi pers di gedung Kementerian Negara Lingkungan Hidup, 25 Nopmeber silam. Kemeriahan Jak Jazz 2008 memang beda karena ada kolaborasi spesial dari sepuluh musisi jazz lintas generasi. Angka 10 dipilih karena bertepatan dengan penyelenggaraan Jak Jazz yang ke-10 pada tahun ini. Kesepuluh musisi tersebut adalah Ireng Maulana, Idang Rasjidi, Yance Manusama, Benny Likumahua, Rudi Surbekti, Didiek SSS, Syaharani, Sam Panuwun, Tompi, dan Mergie Seger. Mereka adalah musisi jazz yang sudah tak acing lagi di kalangan penikmat musik Indonesia.

"Kepiawaian mereka dalam bermusik sudah terbukti melalui berbagai penampilan mereka di berbagai acarajazz nasional dan intemasional. Semoga penampilan mereka kali ini meninggalkan jejak manic di ingatan penikmat musik Tanah Air," ujarnya.

Ireng Maulana mengaku sangat gembira, karena menghadirkan sebuah pertunjukan jazz spesial dan berkualitas dalam rangka memperingati edisi ke¬10 Jak Jazz.

Beberapa nama musisi jazz lokal dan internasional yang yang meramaikan Jak Jazz 2008 antara lain Kyoto Jazz Massive, Daniel Sahuleka, Yellow Jackets, Abraham Laboriel, Syahrani & The Queenfireworks, Iga Mawarni & Friends, Indira Lesmana Reborn, Tohpati, Djabe, dan Steve Hackett.  PL

Sumber:
Koran Suara Akar Rumput
Hal: 8
01 – 07 Desember 2008