KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Indonesia Ingatkan Komitmen Negara Maju

OSLO – Presiden Sosilu Bambang Yudhoyono mengingatkan adanya komitmen negara-negara maju untuk memberikan dana bagi negara-negara pemilik hutan tropis yang kini berjuang mempertahankan keberadaan hutan tersebut.

Keberadaan hutan tropis yang terjaga dengan baik, dampaknya bukan hanya akan dinikmati Indonesia, tapi juga masyarakat dunia.

“Indonesia mendapat kesempatan untuk mendapatkan kontribusi dari masyarakat internasional, khususnya dari negara-negara maju untuk sharing pendanaan,” kata Presiden dalam pesawat Garuda Indonesia yang membawa rombongan ke Norwegia untuk kunjungan kerja dan menghadiri Konferensi Internasional tentang Iklim dan Hutan, Rabu (26/5).

Menurut SBY, seperti dikutip Antara, ia memilih menggunakan kata sharing dan bantuan karena sesungguhnya Indonesia mampu menjaga hutan tropis yang merupakan “paru-paru” dunia.

“Yang menikmati bukan hanya Indonesia, tapi juga manusia sedunia. Oleh karena itu, menjadi adil ketika Indonesia harus menggunakan sumber dayanya, anggarannya bukan hanya untuk lingkungan atau hutan, tetapi juga untuk kesejahtraan rakyat,” ujar dia.

Indonesia, kata dia, serius mengelola hutan sebagai bentuk kontribusi bagi keseimbangan lingkungan dan iklim. Keseriusan itu ditunjukan dengan langkah nyata dan bukan slogan atau rencana semata-mata untuk mempertahankan jumlah hutan di Indonesia.

“Oleh karena itu, saya harap pemerintah pusat dan daerah sungguh bertanggung jawab, dan masyarakat diajak serta turut menyukseskan. Dengan demikian kita mendapatkan kehormatan ketika dunia membantu kita,” kata Presiden.

Presiden Yudhoyono mengatakan, di tengah adanya komitmen negara maju memberikan pendanaan tersebut, Indonesia harus menunjukan bahwa pelestarian dan konservasi hutan bukan sekedar ucapan atau rencana.

“Kalau negara maju ingin berkontribusi untuk mengelola hutan secara lestari dan itu berupa hibah  atau grant, dan bukan pinjaman, bukan utang, mereka harus yakin bahwa negara kita bukan hanya memiliki komitmen, bukan hanya memiliki rencana, tapi benar-benar mengimplementasikan apa yang menjadi kesepakatan antara Indonesia dan negara-negara yang menyumbang pendanaan itu,” tuturnya.

Untuk itu, Kepala Negara mengajak semua pihak di dalam negeri baik pemerintah daerah, pemerintah pusat, kalangan masyarakat, maupun swasta, bersama-sama untuk membuktikan komitmen tersebut yang akan berujung pada kesejahtraan masyarakat.

“Kita bangun tradisi politik baik bahwa Indonesia adalah bangsa, negara, pemerintah yang konsisten dan konsekuen. Sekali lagi, dibantu atau tidak dibantu kita wajib melaksanakan pemeliharaan lingkungan dengan sebaik-baiknya,” papar dia.

Gandeng Norwedia

Presiden menambahkan, salah satu peluang yang tengah dijajaki saat ini adalah kerja sama antara Indonesia dan Norwegia di bidang kehutanan. Kerjasama itu akan diwujudkan dalam bentuk penandatangan nota kesepahaman (LoI) antara kedua pemimpin negara.

“Secara detail nanti akan dijelaskan apa yang dimaksud dengan LoI Indonesia-Norwegia. Kejasama itu bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca ini,” tutur dia.

Menurut SBY, dengan penandatanganan LoI tersebut akan diketahui, siapa bertanggung jawab tentang apa, siapa melaksanakan apa, dan sistem pemantauan yang baik. “Kalau model ini dapat kita laksanakan dengan baik, Insya Allah di waktu yang akan datang, kita akan mendapatkan kerja sama dan kemitraan yang lebih baik lagi,” kata Presiden.

Kepala Negara menjelaskan, upaya Indonesia mendapatkan kepercayaan ini tidak mudah dan telah dirintis sejak lama. “Sampai pada kita mendapatkan kepercayaan dan peluang ini tidak mudah. Empat tahun terakhir Indonesia berupaya konsisten dan konsekuen,” tutur dia.

Presiden menyatakan, ia bersama menteri terkait dan pihak lain yang terlibat dalam diplomasi Internasional berupaya memperlihatkan kesungguhan Indonesia terhadap pelestarian hutan dan alam.

Sumber:
Investor Daily Indonesia
Halaman 30
Kamis, 27 mei 2010
Na