KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA


jakjezz08_1.jpgJakarta (25/11) – Penyebaran pesan lingkungan hidup dan konservasi kekayaan alam Indonesia kepada masyarakat mendapat momentum besar dengan tercapainya kerjasama antara Jakarta International Jazz Festival (JakJazz) Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan WWF-Indonesia. JakJazz2008 akan tampil dengan pesan lingkungan yang lebih kental dengan partisipasi Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) dan WWF-Indonesia dalam program ‘Cinta Bumi’ untuk bersama-sama mensosialisasikan adopsi gaya hidup ramah lingkungan.

JakJazz adalah pencetus pertama Festival Jazz di Indonesia. Pertama kali JakJazz dilangsungkan di area Taman Impian Jaya Ancol pada tahun 1988 oleh Ireng Maulana selaku Founder dan Chairman JakJazz. JakJazz sendiri telah berlangsung sukses selama 9 kali dan berhasil membawa musisi-musisi Jazz Internasional seperti Earl Klugh, Ernie Watts, Spyro Gyra, Shakatak, Casiopea, Kool & The Gang, Phil Perry, Lee Ritenour, Salena Jones, Dave Koz, Incognito, Monday Michiru dan masih banyak lagi. Sebagaian pioneer festival Jazz Di Indonesia, JakJazz berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memajukan music Jazz di Indonesia . Untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang JakJazz dapat mengunjungi situsnya di www.jakjazz.com.

Ireng Maulana selaku Founder dan Chairman Jakarta Internasional Jazz Festival, Ireng Maulana, menyatakan sinergi dengan para penggerak dan pejuang lingkungan hidup do Indonesia sangat penting bagi perjalanan. JakJazz. “Kami yakin, inspirasi musisi jazz dalam berkarya akan terus kaya apabila alam semesta terus terjaga. Untuk itu, kami mendedikasikan JakJazz 2008 dengan tema Cinta Bumi ini bagi sosialisasi pesan lingkungan dan konservasi alam kepada masyarakat Indonesia.