KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Hama, baik berupa hewan maupun tumbuhan, adalah musuh bebuyutan segala jenis tanaman. Guna menangkal hama, para petani biasa menggunakan insektisida serta obat-obatan anti hama kimiawi lainnya. Hanya, obat anti hama kimiawi semacam ini lama-lama bisa berbahaya bagi manusia serta lingkungan pada umumnya.

Para ilmuwan di Michigan Technological University menemukan alternatif yang lebih aman. Mereka menggunakan rekayasa genetis. Adapun yang direkayasa adalah jamur Ectomycorhizal yang bisa hidup di atas akar tanaman. Selama ini Ectomycorhizal dikenal sangat bermanfaat bagi tumbuhan karena membantu proses simbiosis mutualisme, jamur ini juga mendapatkan makanan dari tumbuhan yang dihinggapinya.
Rekayasa genetis itu dilakukan dengan menyuntikkan gen jamur itu ke suatu tanaman. Jamur yang sudah masuk, ke pohon kemudian memungkinkan aliran makanan melalui akar ke seluruh bagian tumbuhan, sehingga melindungi tumbuhan dari serangan hama dan serangga. Hama mustahil memotong jalur distribusi makanan karena jamur telah membentuk jaringan ke seluruh penjuru tanaman.
Menurut pimpinan proyek ini rekayasa genetis jamur itu, mengakibatkan tumbuhan dapat berkembang cepat dan tumbuh sehat. Ini sangat bermanfaat bagi Indonesia terutama untuk para petani.