KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

 JAKARTA, SUAR– Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg LH), Prof Dr. Gusti Muhammad Hatta berjanji akan membuka hotline (hubungan langsung) dengan media. Janji tersebut disampaikan pada jumpa pens di ruang Kalpataru Gedung Kementerian Negara Lingkungan Hidup, seusai serah terima jabatan dengan pendahulunya, Prof. Rachmat Witoelar.

Selama ini, dengan hubungan hotline, antara awak media dengan menteri dan pejabat di lingkungan Kementerian Negara Lingkungan Hidup, cukup membantu kelancaran tugas awak media, baik dalam akses informasi, maupun untuk sekedar klarifikasi dan konfirmasi pemberitaan. "Insya Allah, saya juga lakukan itu," jawab Prof Gusti.

Mengenai kesiapan Kementerian Negara Lingkungan Hidup dalam menghadap 3 pertemuan internasional perubahan iklim —yakni, IPCC, Pertemuan Negara Islam Sedunia untuk Perubahan Iklim, dan COP 15 UNFCCC di Kopenhagen—, menurut Menneg LH, Prof Gusti, tidak ada masalah. la yakin, jajaran Kementerian Negara Lingkungan Hidup sudah siap menghadapi event dunia tersebut. "Akan segara kita bahas bersama-sama staf, termasuk apa saja yang akan segera dilakukan dalam 100 hari kedepan," jawab Gusti.

Ditanya kemungkinan Kementerian Negara Lingkungan Hidup akan dikembangkan menjadi departemen, menurut Menneg LH, Gusti Mohammad Hatta, pesan Presiden SBY agar tidak menambah lagi kelembagaan yang sudah ada. "Ini pengarahan dari bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tapi, kita lihat saja nanti," ujar Gusti M Hatta.

Perlu Wakil Menteri

Berkaitan dengan terbitnya UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pakar hukum lingkung Mas Achmad Santosa justru mengusulkan perlu adanya wakil menteri untuk Menteri Lingkungan Hidup yang dijabat oleh Gusti Muhammad Hatta.

"Saat ini kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup akan bertambah sesuai Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Karena itu saya mengusulkan adanya wakil menteri, sebab jika tidak, pelaksanaan UU akan tersendat," kata Mas Achmad Santosa, seusai menghadiri serah terima jabatan menneg LH di Kementerian Lingkungan Hidup.

Menurut Direktur ICEL yang kini menjabat pimpinan sementaraKomisi Pemberantasan Korupsi, Menneg LH selain mengemban tugas negosiasi perubahan iklim di luar negeri, juga menjalankan penegakan hukum lingkungan di dalam negeri. Ini tugas berat, dan perlu didukung dengan wakil menteri.

Dimata Mas Achmat Santosa, Menneg LH Gusti M Hatta adalah orang yang tutus dan jujur. Namun karena tugas yang diembannya cukup besar perlu dukungan sumber daya manusia yang mumpuni. Selain itu perlu dukungan memadai dari Presiden agar energi, tambang dan kehutanan juga terintegrasi. ■ Paulus Londo

Sumber:
Koran akar rumput
Hal.5
26 Oktober-10 November 2009