KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

wajo.jpgPada tanggal 7 September 2007 bertempat di Lingkungan Alau Salo, Kecamatan Maniangpajo, Kabupaten Wajo, Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) yang diwakili oleh Asisten Deputi (Asdep) Urusan Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan mengukuhkan 214 orang kader LH masyarakat Pedesaan (Tradisional dan Adat) Hulu Danau Tempe, sebagai kepanjangan tangan Kementerian Negara Lingkungan Hidup dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan hidup khususnya daerah hulu danau. Selain mengukuhkan kader LH, Asdep Urusan Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan juga mengukuhkan Forum Komunikasi Kader Pedesaan (Tradisional dan Adat) Peduli LH Hulu Danau Tempe sebagai sarana komunikasi dan konsultasi kader LH dalam mengatasi masalah LH di sekitarnya.

Pada  kesempatan ini, Pemda Kabupaten Wajo juga mengumumkaan pemenang dan memberikan hadiah kepada pemenang lomba Pengelolaan Sampah dan Penghijauan se Kecamatan Tempe tahun 2007 dimana masing-masing pemenang I, II dan III    mendapatkan hadiah sepeda motor roda tiga, yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai sarana pengangkut sampah rumah tangga dari rumah ke tempat pengomposan dan sarana pengangkut limbah an-organik ke tempat pembuangan akhir di Kelurahan Cempalagi, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo.

Kegiatan ini dihadiri hampir oleh seluruh jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Wajo, antara lain Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Bapedalda, Dinas Kehutanan, Dinas Pertanian, Kepala Bapedalda Propinsi Sulawesi Selatan,  Pusat Pengelolaan LH Regional Sumapapua, Ketua PKK Kabupaten Wajo,  Camat se Kabupaten Wajo, Kader Peduli LH dan masyarakat sekitar lokasi kegiatan.  

wajo_2.jpgSelain hal tersebut di atas, KLH juga memberikan bantuan stimulan berupa bibit pohon sebanyak 2.000 pohon kepada masyarakat desa sekitar Hulu Danau Tempe untuk ditanam pada lahan kritis mereka, sebagai langkah awal gerakan penanaman pohon di daerah hulu Danau Tempe. Bantuan tanaman yang diberikan KLH adalah jenis tanaman kehutanan dan MPTS yang mempunyai nilai konservasi dan ekonomi tinggi, seperti  Kesambi, Matoa, Kecapi, Duku, Lobi-lobi, dan Bunne. Diakhir kegiatan, Asdep Urusan Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan beserta pemda setempat dan jajarannya serta  masyarakat melakukan aksi penanaman pohon secara simbolis. Diharapkan aksi penanaman pohon ini dapat memberi contoh kepada masyarakat akan pentingnya penanaman pohon dalam upaya rehabilitasi lahan kritis di daerah hulu danau dan mengembalikan fungsi ekosistem Danau Tempe.

Sumber :
Asdep Urusan Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan, KLH
Telp. 8520392