KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

"http://www.w3.org/TR/html4/loose.dtd">


Waikabubak, 21 Maret 2006. Ratusan warga masyarakat bersama-sama Wakil Gubernur, Uskup, Bupati/Wakil Bupati Sumba barat berkumpul dalam Dialog Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan dan Pengukuhan Kader Lingkungan di Kabupaten Sumba Barat. Setidak-tidaknya enam lokasi kegiatan dipadati oleh warga masyarakat sekitar. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi:

  1. Dialog interaktif di kediaman Katrina Konii Kii (Penerima Kalpataru 2005) di Kec. Wewewa Utara;
  2. Dialog dan penanaman pohon di lokasi wanatani Samuel Ngongo Lewu (tokoh masyarakat) di Kecamatan Wewewa Selatan;
  3. Dialog dengan pelajar, guru, orangtua urid di Yayasan Kasimo di Kecamatan Waitabula sebagai salah satu model sekolah berbasis lingkungan binaan Victor Elan Wukak;
  4. Ritual dan atraksi kearifan Bau Nyale dan Pasola di Kecamatan Wanokaka sebagai salah satu tradisi kearifan lingkungan (pada saat berlangsung, warga dilarang memotong hewan maupun tanaman),
  5. Peninjauan lokasi penghijauan binaan Keuskupan di Kecamatan Loura,
  6. Dialog di SMU Aloysius di Tambolaka, dan
  7. Puncak kegiatan berupa Dialog Pemberdayaan Masyarakat, Penanaman Pohon dan Pengukuhan Kader Lingkungan di Desa Hobawawi Kecamatan Wanokaka.

Di sela-sela rangkaian kegiatan tersebut, dilakukan dialog antara masyarakat, para tokoh adat dan agama, dengan para kepala Bapedalda, Wakil Gubernur, Ketua DPRD NTT, Bupati/Wakil Bupati Sumba Barat, dan seluruh unsur Muspida Sumba Barat.

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur mengajak para tokoh masyarakat berperan sebagai kader lingkungan, sementara itu, pengusaha menjadi bapak angkat dalam Gerakan Penghijauan Berbasis Masyarakat (GPBM).

Bertempat di lokasi GPBM, di Desa Hobawawi, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur mengukuhkan 150 orang perutusan masyarakat adat/tradisional, petani, dan pengusaha sebagai kader lingkungan.

Setiap kader direkrut dari warga masyarakat yang telah menanam pohon pada lahan miliknya seluas 3 hektar. Selain dialog, pada kesempatan disampaikan komitmen perutusan masyarakat dan pengusaha pada pelestarian lingkungan hidup, penanaman 5000 pohon pada lahan kritis seluas 10 hektar, dan penyerahan satu unit bak penampungan air bantuan dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup kepada masyarakat Desa Tenggaba Kecamatan Wewewa Selatan.

Menteri Negara Lingkungan Hidup, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wakil Gubernur NTT mengajak masyarakat untuk mau menanam pohon setidak-tidaknya pada pekarangan rumah.

Pelaksanaan Gerakan Penghijauan Berbasis Masyarakat (GPBM) di Kabupaten Sumba Barat berhasil dengan baik. Setiap tahun Pemda Sumba barat menyediakan 1 juta anakan pohon untuk dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang mau menanam dan merawatnya. Untuk tahun 2006, telah disiapkan 2 juta anakan pohon untuk didistribusikan kepada masyarakat pedesaan. Program ini mendapat dukungan dari DPRD Sumba Barat maupun Nusa Tenggara Timur. Kedua lembaga tersebut menyarankan agar jumlahnya ditingkatkan menjadi 5 juta anakan pohon setiap tahun untuk ditanam pada lahan-lahan kritis milik masyarakat diluar kawasan lindung.***

 

Informasi Lebih Lanjut Hubungi:

Asdep Urusan Masyarakat Pedesaan , Deputi VI
Ged. B Lantai 5 Kementerian Negara Lingkungan Hidup
Jl. D.I. Panjaitan, Kebon Nanas, Jakarta Timur 13410
Telp (021) 8520392; Faks. (021) 8580087
E-mail: kalpataru@menlh.go.id