KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KADER LINGKUNGAN DI DATARAN TINGGI DIENG
Dalam rangka pelaksanaan Program Warga Madani, Asisten Deputi Urusan Masyarakat Perdesaan Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat bekerja sama dengan Pengelola Sumber Daya Alam (PSDA Watch) menyelenggarakan Sarasehan Nasional Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan Dataran Tinggi Dieng pada tanggal 26 -27 November 2005 di Pendopo Soeharto-Whitlam Kawasan Wisata Dieng Banjarnegara, Jawa Tengah.

Pembukaan, dihadiri oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup, Sekretaris MENLH, Deputi VI MENLH, Staf Ahli Bidang Sosial Budaya MENLH, Sekjen Departemen Pertanian, Staf Ahli Departemen Kehutanan (Ibu Indriati), anggota komisi VII DPR RI, anggota komisi I DPR RI (Suripto,SH), Gubernur Jawa Tengah yang diwakili Sekda Propinsi Jawa Tengah, Bupati Wonosobo (Drs.H.A. Kholiq Arif), Bupati Banjarnegara (Drs. Ir. Djasri, MT, MM.A), Direktur Utama Perhutani, Kepala Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah Wilayah I dan dinas-dinas terkait Pemerintah Daerah Wonosobo, Banjarnegara dan Batang, serta 150 peserta pelatihan lingkungan hidup yang merupakan wakil-wakil dari kelompok tani Dataran Tinggi Dieng di Kabupaten Wonosobo, Banjarnegara dan Batang.

Sarasehan Nasional Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan Dataran Tinggi Dieng, meliputi kegiatan pelatihan lingkungan hidup, penguatan kelembagaan petani, pengkaderan lingkungan hidup dan aksi penanaman pohon. Rangkaian kegiatan ini dilakukan dalam rangka peningkatan kesadaran, kepedulian dan peran aktif masyarakat pedesaan dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan pelestarian lingkungan hidup, sehingga diharapkan dapat tumbuh tuntutan (demand) dari masyarakat untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, serta timbul inisiatif lokal masyarakat untuk mengatasi permasalahan lingkungan hidup di sekitarnya.

Dalam sambutannya, Menteri Negara Lingkungan Hidup mengemukakan bahwa, permasalahan lingkungan hidup yang terjadi di Dataran Tinggi Dieng sebenarnya merupakan resultante dari berbagai macam faktor yang melingkupi kehidupan petani atau masyarakat yang melakukan pemanfaatan lahan yang didorong untuk mendapatkan hasil maksimal dalam jangka pendek, tanpa memperhatikan dampaknya. Karena itu, dinamika upaya pelestarian dan pengelolaan lingkungan di Dataran Tinggi Dieng tidak lepas dari berbagai faktor penentunya, salah satu aspek yang sangat signifikan adalah kepedulian masyarakat yang mempunyai kepentingan dan manfaat dari apa yang dilakukanya. Melalui pengkaderan lingkungan, diharapkan kepedulian masyarakat Dataran Tingi Dieng dapat ditingkatkan dan masyarakat mampu berinisiatif lokal dalam menghadapi masalah lingkungan di sekitarnya serta mampu mengelola sumber daya alam (SDA) dan melestarikan lingkungan hidup.

Pada kesempatan ini, Menteri Lingkungan Hidup juga memberikan Buku Kumpulan Peraturan Perundang-Undangan dan Buku Status Lingkungan Hidup Indonesia Tahun 2004 kepada Gubernur Jawa Tengah, Bupati Wonosobo, Bupati Banjarnegara dan Bupati Batang, serta melakukan pencanangan penanaman pohon yang disksikan oleh para peserta pelatihan.

Hasil yang dicapai dari Sarasehan Nasional Pemberdayaan Masyarakat adalah dikukuhkannya 150 kader petani peduli lingkungan hidup dan tertanamnya 4000 pohon pada lahan pertanian masyarakat, serta terbangunnya komitmen kesepakatan 3 (tiga) Bupati (Wonosobo, Banjarnegara dan Batang) dalam pengelolaan lingkungan hidup Dataran Tinggi Dieng yang dinyatakan dalam penandatangannan piagam kesepakatan.

Informasi lebih lanjut hubungi:
Asisten Deputi Urusan Masyarakat Pedesaan
Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat
Kementerian Lingkungan Hidup
Telp. 021 8580087