KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA


Jabar_tanam_pohon_kecil.jpgSetelah proses pengkaderan lingkungan hidup di Propinsi Jawa Timur dan D.I. Yogyakarta, proses pengkaderan lingkungan juga dilakukan di wilayah Propinsi Jawa Barat pada Kabupaten Cirebon, Kuningan dan Majalengka.

Di Kabupaten Cirebon pengkaderan lingkungan dilakukan pada tanggal 3 Juli 2007 bertempat di Kecamatan Mundu. Kegiatan pengkaderan ini dilakukan sebagai upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat guna melakukan pembelaan terhadap lingkungan. Isu lingkungan yang berkembang di kawasan ini adalah meyangkut ketersediaan sumber air yang terus mengalami penyusutan.  Hal ini ditunjukan dengan berkurangnya volume air dari waktu ke waktu, bahkan mendekati kekeringan, terutama pada Setu Patok yang berada pada kawasan pemukiman dan pertanian di kecamata tersebut.

Melihat kepada kondisi yang ada, pengkaderan lingkungan yang dilakukan dapat membangkitkan motivasi dan pembelaan masyarakat untuk melakukan gerakan pelestarian hutan dan kawasan, terutama pada lahan-lahan kritis yang merupakan daerah-daerah tangkapan air yang tentunya juga sebagai penyuplai dari ketersediaan air di Setu Patok itu sendiri.

Agar upaya ini dapat terbangun secara maksimal strategi yang dilakukan adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya lingkungan hidup yang baik dan sehat, menguatkan kelompok-kelompok masyarakat peduli lingkungan, serta dilakukan stimulasi melalui pemberian bibit-bibit tanaman produktif yang hasilnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebanyak 1.000 bibit tanaman, seperti glondongan, mangga, pete, durian, sawo, jambu bol dan kelengkeng. Kegiatan yang dikemas melalui