KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA


pakanbaru.jpgWalikota Pekanbaru Herman Abdullah selesai mengukuhkan kader lingkungan perkotaan yang bertempat di Hotel Grand Zuri Pekanbaru pada tanggal 3 Juli 2007, mengatakan walaupun pada tahun 2007 ini, Kota Pekanbaru memperoleh penghargaan lingkungan sekaligus 6 kategori, jangan membuat masyarakat dan aparat pemerintah kota berpuas diri, masih banyak yang harus dibenahi.

Enam kategori penghargaan dimaksud adalah Adipura, Kalpataru, Jalan terbaik, Pasar terbersih, Terminal terbersih dan Adiwiyata.

Adanya pembekalan lingkungan dan pengukuhan kader yang dilaksanakan pada tanggal 3 Juli ini, menandakan bahwa masyarakat memiliki komitmen yang kuat untuk terus memperbaiki lingkungan apalagi salah satu sesinya  adalah pelatihan pengolahan sampah dan limbah rumah tangga menjadi suatu produk yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dengan instruktur Ibu Erni Suarti pemenang Kalpataru 2007 dari Pekanbaru.

Walikota menambahkan tugas kader lingkungan sangat berat, harus mampu menjelaskan lingkungan hidup dan membuat jaringan kader menjadi lebih meluas.  Beberapa penekanan khusus dari Walikota misalnya para kader dalam bekerja tidak perlu seremonial tapi langsung action, ini merupakan catatan khusus bagi Bapedalda Kota Pekanbaru. Dinas Pasar harus secara bertahap menghilangkan kesan bahwa pasar itu kumuh, sudah terbukti Pasar Bawah dinilai sebagai pasar terbersih. Tularkanlah pada pasar lainnya. Tidak perlu studi banding ke negara lain, tapi studi bandinglah ke pasar bawah apa kiat-kiatnya menjadi pasar terbersih.

Dinas kebersihan dan Satpol tegakkan low enforcement bagi pedagang liar yang berbasis kemanusiaan. Dinas Perhubungan harus lebih giat memeriksa kir kenderaan dan memeriksa apakah mobil-mobil memiliki bak sampah di dalam.

Demikian juga dengan Departemen Agama, mesjid yang semakin berkembang di Pekanbaru saat ini mencapai lebih dari 500 mesjid, belum merupakan indikator apakah masyarakat Pekanbaru telah memiliki moral dan etika yang baik. Kenyataan masih banyak preman dan pengedar narkoba.

Bagi setiap orang yang akan menikah, agar diwajibkan menanam sebatang pohon atau memberikan ke Pemkot.  Dalam pengelolaan lingkungan peran kiyai dan mesjid sangat efektif untuk menekan angka tersebut. Sekarang kita harus mempunyai keberanian menegur siapa saja perusak lingkungan, seperti pembabatan hutan di Bandara untuk permukiman, harus kita tegur walaupun itu tanah Angkatan Udara. Kita juga tidak akan memberi ijin kepada Carfour yang akan membangun, karena jalan disekitarnya akan berpotensi macet.

Marilah kita semua  terutama para kader berkomitmen, apabila kota Pekanbaru terus bersih maka banyak peluang usaha, namun apabila sebagai kota preman, maka tidak ada investor yang masuk. Para kader harus bekerja tanpa pamrih, dan reward itu akan datang dari Allah SWT. Kader yang seyogianya dikukuhkan sebanyak 80 orang ternyata jauh melampaui, sebab  beberapa anggota masyarakat yang telah berbuat untuk lingkungan ingin juga dikukuhkan sebagai kader lingkungan. Pengkuhan kader ini juga dihadiri Wakil Walikota Pekanbaru dan 21 Kepala Dinas yang ada di Kota Pekanbaru dan kegiatan ini atas kerjasama Deputi VI KLH dan Bapedalda Kota Pekanbaru.

Sumber:

Asdep Urusan Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan
Tlp./Fax : 021-85911211.