KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Kajian dampak kumulatif merupakan pengembangan lebih lanjut dari metodologi kajian AMDAL. Kajian AMDAL, secara tradisonal, lebih terfokus pada dampak langsung yang terjadi akibat adanya suatu kegiatan (AMDAL skala proyek). Para pengambil keputusan lebih mempertimbangkan dampak yang bersifat langsung, ini karena dampak tersebut bersifat lebih pasti dan lebih mudah dipahami. Sementara itu kajian dampak kumulatif mempunyai batasan ruang dan waktu yang lebih luas, seperti kemungkinan terjadinya hujan asam, perubahan iklim, pemanasan global, kelestarian keanekaragaman hayati dan dampak terhadap pembangunan yang berkelanjutan.