KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KABUPATEN BEKASI - Pencemaran Kali Cikarang sudah sangat parah. Setelah komplain warga berulang kali tidak didengar, akhirnya DPRD Kabupaten Bekasi menggelar pertemuan guna mengatasi pencemaran tersebut. Pencemaran itu dibahas di dewan mengundang perwakilan perusahaan yang diduga membuang limbah ke Kali Cikarang, perwakilan warga dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

Hal ini dilakukan guna mencari jalan keluar mencegah tercemarnya Kali Cikarang dengan limbah pabrik. Tapi, bukanya solusi tapi pertemuan itu nyaris terjadi keributan. Pasalnya, tidak ditemukan kata sepakat terkait keinginan warga yang meminta agar Kali Cikarang bersih seperti dulu dan melarang perusahaan membuang limbahnya ke kali.

“Kami sebagai warga merasa jadi korban limbah yang dibuang seenaknya oleh perusahaan-perusahaan besar yang ada di Bekasi ini. Kali Cikarang yang dulunya bisa digunakan untuk berbagai kegiatan sehari-hari, kini tidak bisa lagi. Sudah tercemar limbah pabrik,” terang Marjaya, warga Sukatani, kemarin.

Akhirnya limbah itu Produktivitas warga menurun. Untuk pertanian, yang awalnya satu hektar sawah bisa memanen 6 ton padi dalam setahun tapi kini hanya 4 ton. “Air yang tercemar mempengaruhi produktivitas sawah. Kami minta Kali Cikarang harus bersih. Perusahaan yang mencemarkan harus bertanggungjawab,” ujar Marjaya juga.

Sementara itu, Kepala BPLHD kabupaten Bekasi, Daryanto, mengakui jika Kali Cikarang sudah tercemar berat limbah pabrik. Pihaknya mengaku sudah memanggil beberapa perusahaan dan masyarakat Sukatani guna menelusuri asal limbah. “Pencemaran memang cukup tinggi, banyak perusahaan yang membuang limbah ke Kali Cikarang,” ujarnya.

Dewan Kabupaten Bekasi juga bakal membentuk tim pemantau pencemaran Kali Cikarangtersebut.

Sumber:
Indo Pos
Rabu, 19 Mei 2010
Hal. 12
Dai