KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Wapres Jusuf Kalla prihatin dengan kondisi hutan Pulau Batam yang sudah mulai
gundul. Jusuf Kalla yang juga Ketua  Umum DPP Partai Golkar ini sebelumnya
melihat kondisi Batam dari udara, sehingga tahu kawasan Batam yang dulu lebih
banyak kehijauan kini disana-sini yang tampak hanyalah gundul.

Menurut Kalla, pembangunan di Batam perlu menjaga keseimbangan lingkungan
agar tidak jadi seperti Jakarta. "Saya lihat dari udara, batam ini sudah
mulai gundul. Dan itu sudah mulai berbahaya, Pak Gubernur," ujar Kalla saat
menyampaikan sambutannya sebelum peresmian sejumlah proyek, Sabtu (12/2). Yang
dimaksud Kalla sebagai Pak Gubernur adalah penjabat Gubernur Kepri Ismeth
Abdullah yang mendampingi Wapres dalam kunjungan di Batam.

Dalam kesempatan itu Wapres meresmikan proyek Instalasi pengolahan Air (IPA)
Tahap II Duriangkang, Jalan Muka Kuning-Batuaji dan Rumah Susun (Rusun) sewa
pekerja, di Dam Duriangkang, Tanjungpiayu, Batam. Kalla yang mengenakan kemeja
biru muda menegaskan, pembangunan butuh keseimbangan termasuk dalam pemanfaatan
air untuk kebutuhan. Ia mengatakan keseimbangan persediaan air tergantung
keberadaan hutan.

Kalla yang datang didampingi isterinya Ny. Mufida, mengaku gembira melihat
kemajuan pembangunan di Batam. Namun diingatkannya, bila tidak hati-hati
pembangunan ini bisa mendatangkan masalah besar. Contohnya, Jakarta tiap tahun
banjir sehingga muncul demam berdarah yang membahayakan nyawa. Ketua Umum Partai
Golkar ini berharap apa yang diresmikan hari itu tidak sia-sia hanya karena
lingkungan tidak dihargai dalam perencanaan pembangunan.

Dengan suara tegas Kalla meminta, lingkungan hidup dijaga dengan
aturan-aturan yanng keras. Ia memerintahkan gubernur, walikota, polisi dan DPRD
mengelola lingkungan dengan aturan dan sanksi jelas. Seusai sambutan, Wapres
menandatangani lima prasasti peresmian yaitu, IPA Duriangkang, Jalan, dan tiga
prasasti untuk tiga lokasi Rusun.

Terlihat dalam rombongan Wapres ini, Menteri Agama M. Maftuh Basyuni dan
Menteri Perumahan Djoko Kirmanto. Beberapa pejabat Kepri tampak mengiringi
rombongan seperti, isteri Penjabat Gubernur, Ny. Aida Ismeth dan anggota Dewan
Perwakilan Daerah (DPD), Ir. Idris Zaini. Sedangkan, pejabat daerah tampak
Walikota Batam Drs. H. Nyat Kadir dan Ketua DPRD Provinsi Kepri, Ir. HM Nur
Syafriadi. Tamu-tamu lain terdiri dari pengusaha, seperti Abidin (Bos PT Satnusa
Persada) dan Jhon Sulistijawan (General Manager PT Batamindo Investment
Cakrawala).

Sesuai peresmian Kalla diiringi Ismeth, Kalla meninjau Water Treatment
Plant
(WTP) dari bagian atas dengan menaiki tangga di sisi kiri panggung.
selanjutnya, menggunakan mobil INDONESIA I, ia meninjau Rusun di Muka Kuning dan
Sekupang.(rud)

 

sumber :

Harian Pagi Tribun Batam,
Edisi : Minggu, 13 Februari 2005

Berita Terkait