KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Pada tanggal 28 Oktober 2003, Pemda DKI yang diwakili oleh Wakadis PU Fodly Misbach mengumumkan kepada publik bahwa kantor KLH di Jalan DI Panjaitan akan dibongkar sebagian karena berada di bantaran Sungai Cipinang. Ditegaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan karena Pemda DKI tidak pandang bulu dalam menggusur bangunan yang berada di wilayah yang sebenarnya tidak diperkenankan untuk dibangun tersebut.

Terlepas dari opini pro-kontra mengenai cara dan gaya penggusuran yang dilakukan Pemda DKI selama kurun waktu belakangan ini, Meneg LH Nabiel Makarim pada dasarnya bisa menerima alasan tersebut, bahkan meminta agar sesudah penggusuran tanah tersebut tidak dipergunakan untuk bangunan lagi.

Sejak setahun belakangan, Nabiel Makarim memang berusaha mengupayakan pemindahan kantornya atas alasan tersebut, walaupun belum berhasil karena berbagai alasan. Namun demikian, diungkapkan pula keheranannya bahwa kantor yang nyata-nyata melanggar aturan ini ternyata dilengkapi dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dengan Nomor 11.883/IMB/1996 yang dikeluarkan oleh Kadis Pengawasan Pembangunan. IMB tersebut diarsip oleh Sekretariat Negara.

Sebelum digunakan sebagai Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, gedung ini sempat dihuni oleh Badan Pengelola Otorita Batam (kini masih berkantor di Gedung A lantai 2 dan 3), untuk kemudian digunakan oleh Kantor Meneg LH dan BAPEDAL (kini bergabung menjadi KLH) pada tahun 1999 yang saat itu berkantor secara terpisah di Jl. Medan Merdeka Barat dan Jl. Sudirman. Pada tahun 2002, gedung ini terendam banjir setinggi lebih dari hampir 1 meter selama seminggu dan melumpuhkan seluruh kegiatan dinas.

Nabiel Makarim menegaskan harapannya agar Pemda DKI konsisten dalam menegakkan hukum, selalu menyelesaikan persoalan sampai ke akar-akarnya, dan berlaku adil.