KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA




Sebagai Pilot Project (percontohan) dalam penegakan hukum
untuk penanganan kasus illegal logging dan perambahan hutan yang telah dilakukan
oleh Kementerian Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Aparat Pemerintah Daerah
Kabupaten Sukabumi telah membuahkan hasil yang memuaskan dengan menjerat para
ketua kelompok, koordinator dan aktor utama dalam perambahan hutan.

Penebangan kayu dan perambahan hutan di Suaka Margasatwa Cikepuh
terjadi mulai dari awal tahun 1999 sampai bulan maret 2002. Kayu yang ditebang
adalah jenis kayu bungur dan laban yang mempunyai diameter antara 20 –
60 cm, dengan menggunakan alat tradisional dan chain saw (gergaji mesin. Lokasi
penebangan meliputi wilayah Cukang Irung, Nyalindung, Cigembong, Cibabi, Leuwi
Urug, Citamiang, Citirem, Cisapen, Pasawahan, Lebak Sura, Batu Masjid dan Langkap
Lancar.
Perambahan lahan oleh penjarah diperkirakan sampai saat ini + 7.000 Ha dan telah
ditanami dengan tanaman padi, pisang, kacang tanah, jagung seluas + 2000 Ha.
Guna mendapatkan hak garap, para perambah yang berjumlah sekitar 2500 KK terlebih
dahulu membayar kepada Koperasi Bina Tani dan yang ditandatangani oleh pengurus
Koperasi Sdr. Sofyan Kasim, SH. dengan membayar antara Rp.100.000 – 300.000
per hektar.

Perambah berasal dari Kecamatan Tegal Buleud, Kec. Surade,
Kec. Lengkong, Kec. Jampang Kulon dan Kec. Pelabuhan Ratu bahkan ada yang berasal
dari wilayah Garut, Tasik dan Ciamis.

Langkah yang telah diambil oleh Kementerian Lingkungan Hidup
:
1. Pada tanggal 15-17 Maret 2002, Tim investigasi dari Kementerian Lingkungan
Hidup mendatangni lokasi Suaka Margasatwa Cikepuh untuk mengumpulkan data-data
langsung di lapangan. Dan untuk selanjutnya hasil temuan tersebut dipakai untuk
bahan koordinasi dengan aparat Pemda Kabupaten Sukabumi.
2. Pada tanggal 18 Maret 2002, dilakukan rapat koordinasi yang terdiri dari
Kementerian LH, Pemda Kab. Sukabumi, Polres, Polsek, Polhut, Kostrad Siliwangi
dan Ormas, memperoleh kesepakatan untuk melakukan operasi di Hutan Suaka Margasatwa
Cikepuh.
3. Pada tanggal 22-25 April 2002, dilakukan Operasi Penanggulangan Suaka Margasatwa
Cikepuh.

Hasil yang telah dicapai :
1. Tanggal 22-25 April 2002, memulangkan atau mengeluarkan sekitar 2500 KK para
perambah Hutan dari SM Cikepuh ke daerah asal masing masing.
2. Menangkap para tersangka yang diduga sebagai Ketua Kelompok berjumlah 15
orang dan 1 orang Koordinator (Pegawai Mahkamah Agung) yang sekarang sudah divonis
oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cibadak masing-masing 2 Tahun Penjara.

3. Menangkap Aktor Utama Sofyan Kasim, SH, :
– Senin 4 April 2003 Pembacaan Tuntutan JPU dengan tuntutan 2 tahun penjara.
– Kamis 17 April 2003 Pledoi dari Pengacara Terdakwa
– Senin 21 April 2003 Pledoi dari Terdakwa
– Senin 28 April 2003 Reflik dari Jaksa Penuntut Umum
– Kamis 8 Mei 2003 Duplik dari Pengacara dan Terdakwa
– Selasa 20 Mei 2003 Re-Reflik dari Jaksa Penuntut Umum
– Kamis, 29 Mei 2003 Re-Duplik dari Terdakwa
– Kamis 5 Juni 2003 Mendengarkan Saksi Kunci (Nandang, Ganda)
– Kamis 19 Juni 2003 (direncanakan pembacaan Putusan Majelis Hakim)

4. Melakukan pemeriksaan dan pembuatan BAP oleh Polres Sukabumi
terhadap 2 orang koordinator (Ganda Suherlan dan Sdr. Nandang Bin Sajim) yang
baru tertangkap pada tanggal 2 Mei 2003, juga telah diambil kesaksiannya di
dalap persidangan Pengadilan Negeri Cibadak pada tanggal 5 Juni 2003 dari Jam
14.00 s/d 20.30 (larut malam), karena merupakan saksi kunci terhadap Aktor Utama
Sdr. Sofyan Kasim, bahkan menurut kesaksiannya bahwa selama masa pengejaran
(DPO) Saksi berada di dalam pengawasan/rumah Sdr. Terdakwa Sofyan Kasim.

5. Merencanakan penangkapan terhadap 2 (dua) orang tersangka
lainnya (Tedi dan H. Sabturi)sebagai koordinator yang masih buron sejak tanggal
22 April 2002.