KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Berdasarkan surat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Nomor: B-1393/E.2./EPP/08/2009, Tanggal 27 Agustus 2009 dinyatakan bahwa hasil penyidikan atas nama Frans Kongi dan PT. Inti General Yaja Steel diwakili oleh Irawan Sutandinata yang disangka melanggar Pasal 43 ayat (1) atau Pasal 44 ayat (10jo Pasal 46 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, sudah lengkap.

Penanganan kasus tindak pidana lingkungan hgidup terhadap PT. Inti General Yaja Steel (IGYS) adalah berdasarkan hasil penilaian Proper yang dinyatakan hitam 2 (dua) kali berturut-turut yaitu pada periode tahun 2003-2004 dan tahun 2004-2005.

PT. Inti General Yaja Steel merupakan perusahaan peleburan besi baja, melakukan pelanggaran membuang limbah berupa slag, scale dan debu EAF yang dikategorikan sebagai limbah B3 langsung ke media lingkungan tanpa pengolahan terlebih dahulu. Hal ini melanggar peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan limbah B3.

Selain kasus PT. IGYS tersebut, kasus lainnya yang telah dinyatakan lengkap adalah kasus PT.  Gede Karang, Koperasi Peduli Indonesia dan Roselia Texindo. Kaus lainnya yang terlah masuk persidangan adalah kasus CV. Cisarua dan PT. Ragam Jaya Utama. Pada tanggal 21 Juli 2009 telah dijatuhkan vonis terhadap PT. Sanfu oleh Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Purwakarta dengan putusan 1 tahun masa percobaan 4 bulan

Sumber:

Asdep Penegakan Hukum Pidana dan Adm. Lingkungan
Telp/Fax: 021-85904926