KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Palembang, 5 Agustus 2010. Peran legislatif dalam penentuan arah kebijakan pembangunan sangat strategis karena kewenangannya dalam hal penganggaran, pengawasan dan legislasi. Untuk itu perencanaan pembangunan yang dilakukan oleh eksekutif memerlukan dukungan dari legislatif. Karena pembangunan yang tidak dilaksanakan dengan terencana dan terintegrasi dapat memicu terjadinya permasalahan lingkungan dan sosial. Menyikapi hal tersebut maka  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI) bersepakat untuk membentuk  Kaukus Lingkungan Legislatif OKI-OI di Hotel Sahid Imara Palembang.

Kaukus Lingkungan Legislatif adalah forum/wadah komunikasi dan perjuangan bagi anggota legislatif dari berbagai komisi dan fraksi yang memiliki kepedulian dan keberpihakan terhadap lingkungan untuk memperjuangkan pengarusutamaan lingkungan dalam pembangunan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam acara Sosialisasi/Pembekalan Tentang Kebijakan  Perlindungan dan Pengolahan Lingkungan Hidup  bagi anggota DPRD Sumatera Selatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia bekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat lokal (LSM) BAKAU dengan dukungan dari Badan Lingkungan Hidup Sumatera Selatan.

Ir. Johny P. Kusumo, MBA, Asisten Deputi Urusan Partisipasi Masyarakat dan Lembaga Kemasyarakatan Kementerian Lingkungan Hidup, selain menjadi narasumber pada sesi diskusi panel juga membuka acara tersebut. Dalam sambutannya disampaikan bahwa permasalahan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah, namun juga menjadi tanggung jawab semua pemangku kepentingan. Lebih lanjut dikatakan juga bahwa “Terkait dengan komitmen Indonesia terhadap Climate Change Issue; Indonesia telah berkomitmen mengurangi 26 persen emisi karbon sampai tahun 2020. Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi besar mengurangi pemanasan global dengan keberadaan hutan tropisnya. Namun pada saat ini, potensi besar itu pun terancam. Setiap detik hutan tropis kita dirusak.