KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2010
Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Ir. Gusti Muhammad Hatta menegaskan bahwa  pemerintah akan terus melakukan upaya  untuk melindungi dan melestarikan sumber daya  alam hayati, termasuk puspa dan satwa nasional. Hal ini dipandang penting untuk menjamin terwujudnya pemanfaatan kekayaan hayati nasional yang berkelanjutan. Penegasan tersebut disampaikan oleh Gusti M Hatta dalam rangka peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2010 pada 5 Nopember di Jakarta.

Lebih lanjut Gusti M Hatta menjelaskan bahwa salah satu cara untuk melestarikan puspa dan satwa nasional adalah dengan  melaksanakan Konservasi Spesies dan Ekosistem yang terdiri dari konservasi  In-Situ seperti pengelolaan Cagar Alam, Suaka Margasatwa, Taman Nasional, maupun konservasi Ex-Situ seperti Kebun Raya, Kebun Binatang, Taman Safari dan Taman Keanekaragaman Hayati.

Gusti M Hatta juga menghimbau semua pihak untuk ikut serta melestarikan keanekaragaman hayati nasional. Keberadaan keanekaragaman hayati, kata Gusti M Hatta harus dijaga dan dimanfaatkan secara berkesinambungan karena memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan bangsa kita.  Manfaat dimaksud antara lain: a. Sebagai sumber pangan, papan dan obat-obatan serta jasa ekosistem. Misalnya, hutan sebagai pengatur tata air, penyerap CO2 dan pengatur iklim mikro, dan berbagai kebutuhan lainnya; b.  Sebagai sumber ilmu pengetahuan  dan teknologi; c. Sarana untuk mengembangkan sosial budaya umat manusia; e. Membangkitkan nuansa  keindahan yang merefleksikan penciptanya. Puspa dan satwa, kata Gusti M Hatta adalah modal penting bagi pemenuhan kebutuhan dasar manusia serta penjaga kesimbangan ekosistem.

 

Keterangan Foto: Peringatan HCPSN 2010 di Bundarah HI Jakarta Pusat yang ditandai dengan pembagian bibit tanaman Trambesi kepada masyarakat untuk ditaman di seluruh wilayah DKI Jakarta

HCPSN 2010
“Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) tahun 2010, dilaksanakan dengan tema “Lestarikan Puspa dan Satwa Demi Masa Depan Bumi Kita,