KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Suatu sore di hari Senin (20/05/08) MENLH berbincang-bincang informal dengan para pemimpin redaksi media massa, pakar, praktisi, dan selebriti di Hotel Ritz Carlton Jakarta. Obrolan yang dipandu oleh Farhan ini bertajuk ”Membangun Lingkungan Hidup Indonesia dalam semangat Seabad Kebangkitan Nasional dan 30 tahun Kementerian Negara Lingkungan Hidup.”

Mengawali obrolan sore ini, MENLH menegaskan bahwa 100 tahun kebangkitan nasional Indonesia itu ditandai dengan (i) kebangkitan Indonesia dalam penyelamatan bumi, di mana Indonesia mendapat kepercayaan dunia untuk memimpin negosiasi tentang perubahan iklim global, (ii) kebangkitan Indonesia dalam menjaga kedaulatan negara, tercermin dalam kepercayaan dunia kepada Indonesia untuk memimpin perundingan internasional mengenai pengaturan limbah antar negara (Basel Convention), dan (iii) kebangkitan Indonesia menuju budaya bersih, yang ditandai dengan upaya untuk meng-elaborasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Rahmat Witoelar meyakini bahwa Indonesia mampu bangkit melakukan ketiga hal tersebut karena sudah adanya kesadaran masyarakat pada lingkungan hidup.

Jalannya obrolan dimoderatori oleh Bambang Harimurti (Tempo). Selain dihadiri seluruh pimpinan KNLH, juga dihadiri para selebriti duta lingkungan, di antaranya adalah Nugie, Katon Bagaskara, Paramita Rusady, Baim, Tasya, Valerina Daniel, Ray Sahetapy, group band United Voices dan masih banyak lagi.

Di tengah-tengah obrolan, salah seorang asisten deputi, Tri Bangun Laksono mengatakan bahwa yang terjadi selama ini sampah tidak diolah, dan pengelolaan sampah bukan merupakan bagian integral dari tugas pemerintah. Oleh karena itu, dengan adanya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008, maka pengelolaan sampah merupakan bagian dari pelayanan publik, dan prinsipnya pengolahan sampah dilakukan di dekat sumbernya.

Pada kesempatan itu, Amanda Katili, Staf Khusus MENLH juga mempresentasikan berbagai slide hal berkaitan dengan pemanasan global dan perubahan iklim setelah menerima pelatihan dari Al Gore, pakar lingkungan global dari Amerika Serikat sekaligus penerima Nobel di bidang lingkungan hidup.

Di akhir obrolan, MENLH memberikan apresiasi kepada 6 artis duta lingkungan yang telah berpartisipasi dalam menggugah kesadaran masyarakat melalui lagu ” Dunia Berbagilah”. Apresiasi berupa kenang-kenangan plaquette, dengan harapan akan selalu mengingatkan yang bersangkutan untuk terus menerus melakukan aksi nyata di bidang masing-masing untuk melestarikan lingkungan hidup. (sas)

Sumber:
Asdep Edukom
Kementerian Negara Lingkungan Hidup.