KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

kedai.jpgAkhir akhir ini sering kali kita melihat ditayangan TV, membaca di media cetak dan internet berita tentang makanan yang tidak layak di konsumsi, karena sudah dicampur pewarna maupun zat aditive yang membahayakan tubuh manusia maupun lingkungan. Tetapi kita perlu berpikir optimis, karena hal tersebut sudah mulai mendapat jawabannya dengan bermunculannya para petani yang mengolah tanah dengan pola pertanian yang menerapkan konsep pertanian organik.

Menyambut kebutuhan dan keinginan konsumen akan barang barang organik tersebut, Asdep Urusan Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan, Deputi VI MenLH, bekerja sama dengan PEPULIH (Perkumpulan Pemerhati dan Peduli Lingkungan Hidup)  pada hari Kamis tanggal 23 Oktober 2008 telah membuka Kedai Hijau di kantin Gedung C, kantor Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Kedai Hijau di buka tiap hari kerja dari jam 10.00 – 15.00 WIB, dengan menyediakan : beras organik, es krim dan burger  organik (dari ubi jalar ungu),  barang barang hasil daur ulang seperti (tempat koran, tempat pot, tempat buah, pupuk organik), dan sayur organik  (daun singkong, daun bayam, terong, labu siam, kacang kapri, letus, mentimun, kacang panjang, buncis, wortel dan lain lain) yang khusus dilayani setiap hari Selasa dan Jum’at.

Mengonsumsi makanan organik tidak hanya berpengaruh pada kesehatan tubuh, tetapi lebih berarti ikut berpartisipasi dalam tindakan penyelamatan lingkungan, dengan mengolah tanah secara ramah lingkungan tanpa menggunakan bahan bahan pencemar. 

Sumber :
Asdep urusan Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan
D.I. Panjaitan Kav.24 Gedung B lantai 5
Kebon Nanas- Jakarta Timur
Tlp : 021 85911211
Email :
inung@menlh.go.id