KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

 Kegiatan penanaman pohon yang pertama di kabupaten Kampar tersebut menjadi headlines surat kabar Riau Pos tanggal 2 November 2009 adapun berita sebagai berikut:
 

Menneg LH: Dampak Kerusakan Ekologis Makin Nyata
Puji Go Green, Lanjutkan Tanam Lima Juta Pohon

 
00_go_green.jpgTANAM POHON: Menteri Negara Lingkungan Hidup Prof Dr Gusti Muhammad Hatta bersama CEO Riau Pos Group, Makmur SE Ak MM (kiri) dan didampingi undangan lainnya menanam pohon di acara puncak Go Green PLTA Kotopanjang di areal Candi Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Ahad (1/11/2009).(said mufti/riau pos)
 
KAMPAR (RP) – Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg LH) Prof Dr Gusti Muhammad Hatta memuji kegiatan Go Green yang ditaja Riau Pos Group (RPG) di Candi Muara Takus, XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Ahad (1/11).

Penanaman 5.000 pohon ini diharapkan berlanjut dengan penanamam lima juta pohon, seperti yang diwacanakan Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit di kesempatan yang sama.

Saat ini, menurut Menteri Gusti M Hatta, terjadinya kerusakan ekologis menyebabkan terjadinya berbagai bencana lingkungan seperi banjir, kekeringan dan tanah longsor. Ekologis dirusak melalui perubahan fungsi lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya, maraknya penebangan hutan secara liar, pembakaran hutan dan lahan, berkurangnya ruang terbuka hijau serta belum optimalnya pelaksanaan program reboisasi.

Kondisi ini semakin diperparah adanya perubahan iklim. Dampak perubahan iklim dan pemanasan global yang diakibatkan akumulasi gas rumah kaca (GRK) sudah dirasakan di seluruh belahan. Untuk mengatasi memburuknya perubahan iklim serta mengantisipasi dampak yang ditimbulkan perlu dilakukan secara kolaboratif antarsemua negara di dunia sesuai dengan porsinya.

“Negara maju yang selama ini lebih dari 150 tahun melepaskan gas rumah kaca tidak dapat membebankan kerugiannya pada negara berkembang dan harus diselesaikan dengan mengedepankan prinsip keadilan iklim,’’ ujar Gusti Muhammad Hatta saat meresmikan kegiatan Go Green di Candi Muara Takus, XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Ahad (1/11).

Gusti M Hatta menambahkan, ancaman kekeringan terutama akibat fenomena el nino semakin mengancam timbulnya krisis energi yang mengkhawatirkan. Empat Pembangkit Listrik Tenaga Air yaitu PLTA Kotopanjang, PLTA Singkarak, PLTA Maninjau dan PLTA Batang Agam debit airnya semakin kritis. Pasokan air yang berkurang di waduk PLTA Kotopanjang selain disebabkan musim kemarau yang lebih panjang dan juga disebabkan oleh berkurangnya daerah tangkapan air (catchment area). Untuk menghadapi itu sudah saatnya semua komponen turut berperan aktif dalam pelestarian waduk di antaranya adalah melakukan konservasi dan rehabilitasi lahan di sekitar PLTA.

“Dalam mengatasi kerusakan di sekitar aliran waduk PLTA Kotopanjang perlu adanya kebijakan tata ruang yang jelas. Pemerintah ke depan perlu membuat tata ruang yang tidak mengabaikan kepentingan sekitar daerah aliran waduk demi menjaga ketersediaan pasokan air. Terobosan yang dilakukan Riau Pos dengan melakukan Go Green berupa penanaman lima ribu pohon merupakan wujud nyata untuk mengatasi persoalan tersebut,’’ ucapnya.

Di kesempatan tersebut, Gusti M Hatta memuji kepedulian Riau Pos yang sudah mengagas penanaman pohon melalui kegiatan Go Green. ‘’Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Riau Pos Group atas pencanangan Go Green PLTA Koto Panjang. Program ini seiring dengan keinginan kita bersama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik di bidang lingkungan,’’ paparnya lebih lanjut.

CEO Riau Pos Group H Makmur SE Ak MM menyebutkan, kegiatan Go Green merupakan dukungan nyata Riau Pos Group untuk memperbaiki kondisi kawasan hutan di sekitar waduk PLTA yang mulai gundul. Ini menyebabkan hilangnya daerah tangkapan air di wilayah tersebut. Bila kondisi ini dibiarkan berlanjut, bukan tidak mungkin beberapa tahun ke depan krisis daya listrik PLTA yang memproduksi 114 MW terus berlanjut.

Salah satu buktinya, pada musim kemarau lalu, PLTA Koto Panjang hanya mampu memproduksi listrik 20-25 MW. Oleh karena itu sangat mendesak dilakukan upaya penghijauan di kawasan tersebut yang tujuannya tidak saja akan mengatasi krisis listrik Riau dimasa mendatang tetapi juga bagian dari adaptasi masyarakat sekitar. Dimana keberadaan waduk akan selalu terjaga menjadi tempat cadangan air bagi masyarakat sekitarnya di musim kemarau dan mencegah banjir saat musim hujan. “Dengan latar belakang itu bersempena peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2009 serta Hari Menanam Nasional 28 November 2009, Riau Pos Group menggelar acara Go Green, Hijaukan dan Selamatkan PLTA Kotopanjang di sekitar Candi Muara Takus Kecamatan XIII Koto Kampar yang melibatkan tangan-tangan muda, pelajar, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa,’’ paparnya.

5 Juta Pohon Lanjutkan Go Green
Dalam pada itu Wakil Gubernur Riau (Wagubri) HR Mambang Mit mengatakan untuk mengatasi dampak ekologis karena terganggunya keseimbangan lingkungan perlu dilakukan perubahan budaya ramah lingkungan. Upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim perlu dilakukan secara konsisten sehingga keseimbangan kepentingan lingkungan sosial dan ekonomi dapat tercapai. “Salah satu contoh upaya penyelematan lingkungan hidup yang dilaksanakan oleh Riau Pos Group, LSM, TNI, Polri, pelajar, mahasiswa dan seluruh masyarakat melalui acara Go Green. Ini merupakan pencanangan untuk menyelamatkan lingkungan hidup Koto Panjang secara fisik. Mungkin jumlahnya amat kecil bila dibandingkan dengan jumlah lahan atau kawasan yang mengalami kerusakan di sekitar Koto Panjang ini,’’ katanya.

Menurut Wagubri, pihaknya akan melanjutkan gerakan penanaman pohon lima ribu dengan semangat penanaman lima juta pohon. Artinya diasumsikan satu warga Riau akan menanam satu pohon. ‘’Angka lima juta pohon mungkin amat besar, namun perlu dukungan berupa semangat dan kesadaran untuk menciptakan generasi hijau di masa yang akan datang,’’ tuturnya.

Rencana besar tersebut, menurut Menneg LH dapat dicapai. Oleh karena itu, menteri Kebinet Indonesia Bersatu (KIB) II yang pertama kali melakukan kunjugan kerja ke Provinsi Riau ini, sangat mengapresiasi kegiatan penyelamatan lingkungan seperti Go Green dan meminta untuk dilanjutkan dengan skala lebih luas lagi.

Acara pencanangan kemarin juga dihadiri Wakil Gubernur Riau HM Mambang Mit, CEO Riau Pos Group Makmur SE Ak MM, Komandan Korem 031/Wirabima Kolonel Toto S, Komandan Lanud Pekanbaru Kolonel Pnb Nanang Santoso, Bupati Pelalawan Rustam Efendi, Sekda Kampar Zulher, perwakilan PLN Riau-Kepri, Kepala BPDAS Indragiri-Rokan, PT RAPP, PT Arara Abadi, Sinar Mas Foresty, Rektor UIR Prof Dr Detri Karya dan pejabat lainnya serta akademisi.

“Upaya yang dilakukan Riau Pos bersama unsur pemerintah serta menggandeng pihak swasta, secara fisik memang tidak terlalu besar. Tapi semangat yang ditumbuhkan di tengah keadaan lingkungan yang makin parah, saya sampaikan apresiasi yang tinggi. Riau Pos dan unsur lainnya di Riau tak boleh berhenti sampai di sini atau hari ini. Membangun semangat menanam bagi generasi muda, akan menu
mbuhkan dengan sendirinya pohon-pohon lebih banyak lagi di masa akan datang,’’ ujar Gusti M Hatta. Menteri Gusti M Hatta bersama Wagubri HR Mambang Mit dan didampingi CEO Riau Pos H Makmur dan Ketua Panitia Go Green H Sutrianto secara simbolis menanam pohon di sekitar areal candi Muara Takus. Kemudian kegiatan ini dilanjutkan oleh para pelajar dan peserta Go Green lainnya.

Setelah itu, Menteri LH bersama rombongan menyempatkan diri meninjau lokasi kemah Go Green setelah melakukan seremonial penanaman pohon bersama pejabat lainnya. Area kemah Go Green yang cukup luas dan hijau serta dikelilingi tenda-tenda mulai dari skala besar milik TNI, Dinsos hingga tenda peserta pelajar, mahasiswa, diperhatikan menteri sembari tersenyum lebar. Setelah melihat lokasi kemah dan memperhatikan area sekitar aliran sungai yang satu kesatuan dengan PLTA Koto Panjang, menteri bersama Wagub unsur Muspida serta pejabat lainnya, menyempatkan diri makan bersama dengan cara duduk di bawah tenda. ‘’Ini memang kegiatan yang cukup bagus,’’ ujar Hatta yang selalu menebar senyum.

CEO Riau Pos Group Makmur SE Ak MM menambahkan, kegiatan yang sukses dilaksanakan dua hari tersebut, sebagai bentuk kepedulian sosial (corporate social responsibily) Riau Pos Group. Rangkaian kegiatan Go Green ini berlangsung 31 Oktober-1 November 2009. Kegiatan dimulai dengan camping bersama, pelatihan Green Student Journalist (GSJ), api unggun Sabtu (31/10) malam dan penanaman pohon kemarin. Kegiatan ini diinisiasi oleh Riau Pos Group dan Save The Earth Foundation (SEFo) dan didukung penuh Pemprov Riau, Pemkab Kampar, Pelalawan, Pemko Pekanbaru, PT Riau Pulp and Paper, Tanoto Foundation, PT IKPP/Arara Abadi, Korem 031 Wirabima, Polda Riau, Lanud Pekan­baru, BPDAS Indragiri Rokan, PPLH Regional Sumatera, PT PLN WRKR, PT TBS, Dinas Sosial Provinsi Riau, PT Bank Riau, PT CPI dan PT Broquet.

Malam tadi, Makmur dan Menteri Gusti M Hatta juga mengikuti dialog interaktif di Rtv. Acara live yang dipandu Andi Noviriyanti ini berlangsung pukul 21.00-22.00 WIB malam tadi. Cukup banyak pertanyaan yang diutarakan masyarakat saat mengikuti dialog interaktif terkait acara Go Green tersebut.……..(*)

Berita selengkapnya baca:
Riau Post.com
http://www.riaupos.com/berita.php?act=full&id=6643&kat=7