KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Belasan remaja beriringan menapak jalan mendaki di lereng bukit. Sementara di balik beberapa tenda yang bertengger di bahu bukit, beberapa kelompok murid sekolah dasar sibuk melukis di atas karton warna-warni. "Ini kampung dekat sungai, mesti ada bak sampah agar warga tidak membuang sampah ke sungai, "ujar salah seorang dari mereka, sambil menunjuk gambar yang baru mereka lukis. Sedangkan di tempat agar terpisah, puluhan siswa SMP dengan serius berdiskusi, kendati kerap diselingi tawa canda khas remaja. "Kami lagi merumuskan isi deklarasai kemah hijau 2009" ujar seorang remaja putri yang mengaku berasal dari salah satu daerah di tanah air.

Melukis, diskusi, lomba cerdas cermat dengan tema pelestarian lingkungan hidup adalah salah satu kegiatan bagi para murid dalam Kemah Hijau Nasional 2009 selama tiga hari-Rabu, 24 Juni hingga Sabtu 27 Juni-di Taman Wisata Alam Situ Gunung, Kudadampit Sukabumi Jawa Barat. Kemah Hijau yang sarat dengan kegiatan edukatif dikemas dalam bentuk permainan yang menyenangkan ini diselenggarakan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup bekerjasama dengan KPAI (Komunitas Peduli Alam Indonesia).

Sekitar tiga ratus lebih peserta mengikuti acara ini, dari murid SD hingga siswa SMA. Mereka berasal dari berbagai provinsi di Indonesia diantaranya Sumatera Utara, Riau, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Jawa Timur, Bali, Banten, serta Daerah Istimewa Yogjakarta.

Dengan ikut sertanya para guru pendamping dalam kegiatan ini, maka Kemah Hijau juga menjadi media bagi para guru untuk saling bertukar pikiran dan pengalaman. Beberapa siswa SMP mengaku senang mengikuti kegiatan Kemah Hijau. "Sambil berlibur juga bisa menjalin persahabatan dengan sesama siswa dari berbagai daerah di tanah air. Selain itu juga dapat belajar mengenai dan mencintai lingkungan hidup, "ujar seorang peserta.

Misnellyarti Hilman, Deputi III Menteri Negara Lingkungan Hidup yang membuka secara resmi kegiatan ini menegaskan, Kemah Hijau adalah sarana edukasi mengenai pentingnya lingkungan. "Peserta diharapkan dapat memahami permasalahan lingkungan lokal dan global, serta bisa berperan aktif dalam keanekaragaman hayati," ujar Masnellyarti di Sukabumi, Kamis, 25 Juni.

selama mengikuti Kemah Hijau, para peserta juga mengikuti pameran lingkungan lokal dan global, pelatihan lingkungan, pemutaran film lingkungan, diskusi dan talkshow bioinvestigasi, pemetaan potensi lokal, serta gelar karya lingkungan dan budaya. Puncak dari kegiatan ini adalah penyerahan deklarasi Kemah Hijau 2009 kepada Deputi VI Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi Lingkungan & Pemberdayaan Masyarakat, Henry Bastaman yang mewakili Menteri Negara Lingkungan Hidup pada penutupan kegiatan ini.

Deklarasi Kemah Hijau 2009 yang disebut sebagai Deklarasi "Bumi Anak Negeri," berisi penegasan seluruh peserta untuk senantiasa cinta pada lingkungan. "Cintai dan Jaga Lingkungan Mulai dari Perubahan Perilaku Diri Sendiri," demikian bunyi deklarasi tersebut.

Menurut Elvi, Koordinator KPAI, Kepedulian lingkungan seyogjanya menjadi jiwa setiap anak bangsa. Karena itu lingkungan sekolah diharapkan menjadi pelopor untuk menyelamatkan bumi Indonesia. "Peserta dengan cepat memahami pentingnya lingkungan serta bahaya besar yang ditimbulkan dari perusakan hutan, ini merupakan salah satu modal partisipasi lingkungan," kata Elvi.

Jo Komala Dewi dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup mengaku gembira karena para siswa peserta Kemah Hijau secara umum memiliki pengetahuan yang memadai tentang lingkungan hidup."Ada murid SD dari Jawa Timur yang sudah berpantang makan daging (vegetarian) sebab dianggap dapat memacu pemanasan global,"kata Jo Komala Dewi. Paulus Londo

Sumber :
Media Suara Akar Rumput
Edisi 02-08 Juli 2009