KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Pada tanggal 3 Maret 2006, Menteri Negara Lingkungan Hidup beserta tim mengadakan pertemuan bilateral dengan Direktur Utama PT. Bank BNI 46 beserta tim. Pada pertemuan tersebut didiskusikan kemungkinan kerjasama KLH-BNI pada masa mendatang dan untuk perbaikan kerjasama yang telah berjalan antara lain terkait dengan penerapan sanksi perbankan untuk peringkat merah/hitamnya PROPER, potensi CDM dan lain-lain.

KLH-BNI telah bekerjasama menyalurkan Pinjaman Lunak Lingkungan sejak tahun 1992 melalui program JBIC-PAE, IEPC –KfW tahap I dan IEPC-KfW tahap II. BNI juga telah menjadi bank pertama yang menandatangani UNEP FI sebagai wujud komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan. Sebagai implementasi dari komitmen tersebut, KLH mengusulkan untuk menyalurkan CSR BNI bagi kegiatan lingkungan yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan perekonomian rakyat seperti penyediaan air bersih dan alternatif energi.

Dalam tanggapannya, BNI menyampaikan bahwa BNI komit dan berharap dimasa mendatang dapat lebih berkontribusi bagi pengelolaan LH. Namun pada saat ini masih ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan BNI dalam penerapan solusi bagi perusahaan yang berperingkat merah/hitam. Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Himbara, BNI dimohon untuk dapat menghimbau dan mendorong institusi perbankan lainnya untuk juga turut berpartisipasi dalam upaya pengelolaan LH. Untuk memperbaiki kerjasama yang telah ada dan memperbaiki kinerja lingkungan demi memperoleh manfaat bagi kedua belah pihak, disepakati untuk menindaklanjuti pertemuan ini dengan Kesepakatan Kerjasama (MoU) antara KLH-BNI dalam waktu dekat ini.

Informasi lebih lanjut:
Asdep Urusan Insentif dan Pendanaan Lingkungan
Kementerian Lingkungan Hidup
Telp/fax. 021 8517161
http://www.menlh.go.id/pinjamanlunak