KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Pada tanggal 2 – 4 Desember 2004 yang lalu, bertempat di Hotel Bali Intercontinental Resort, Jimbaran Bali diadakan Pertemuan Kelompok Kerja Tingkat Tinggi Antar-Pemerintah untuk Penyusunan Program Aksi Strategis Antar-Pemerintah bagi Dukungan Teknologi dan pengembangan kapasitas (“High Level Open-ended Intergovernmental Working Group on Intergovermental Strategic plan for Technology Support and Capacity Building”).

Hal ini merupakan tindak lanjut sidang khusus ke 8 Dewan Pengurus UNEP (United Nations Environment Programme) yang berlangsung di Jeju, Korea Selatan yang membentuk Kelompok Kerja ini dan memandatkannya untuk melalukan persidangan sebanyak tiga kali di New York, Nairobi, dan kemudian di Bali. Seluruh hasil persidangan Kelompok Kerja ini akan disahkan pada Sidang Dewan Pengurus UNEP ke-23 di Nairobi pada akhir Februari 2004, sehingga dapat dikatakan Pertemuan Jimbaran ini adalah pertemuan puncak Kelompok Kerja ini.

Pada dasarnya pertemuan di Jimbaran ini akan menjadi titik sejarah kepentingan negara berkembang di bidang lingkungan dan dalam menindaklanjuti hasil-hasil KTT Pembangunan Berkelanjutan. Hasil yang diharapkan adalah sebuah Program Aksi strategis yang konkrit, dimana negara-negara berkembang secara nyata dibantu dalam mempercepat pelaksanaan pembangunan kapasitasnya. Tentunya pemerintah Indonesia juga berharap agar penunjukkannya sebagai tuan rumah pada pertemuan puncak akan dapat memberikan “legacy” penggunaan nama lokasi venue pada hasil yang disepakati.

Selain Program Aksi, pertemuan Jimbaran ini juga menghasilkan berbagai keuntungan bagi Indonesia, diantaranya : (1) terselenggaranya pertemuan penting Dialog Nasional mengenai Negara-negara Berkembang Kepulauan Kecil (SIDS – Small Islands Developing States) yang turut menghasilkan rekomendasi pembangunan wilayah kepulauan bagi Pemerintah Indonesia; (2) terselenggaranya Pelatihan Global Environment Facility (GEF) yang diharapkan dapat membantu berbagai pihak di Indonesia dalam memperoleh bantuan pendanaan dari GEF; (3) dan penandatanganan Letter of Intent (LoI) kesepakatan kerjasama Pemerintah Indonesia selaku badan pelaksana Pusat Kerjasama Teknis Selatan-Selatan Gerakan Non-Blok (NAM CSSTC)dengan UNEP untuk mengadakan berbagai kegiatan teknis dalam rangka memfasilitasi kerjasama Selatan-Selatan dalam pembangunan berkelanjutan.(RY, LW)

Informasi Lebih lanjut:
Direktorat Informasi dan Media, Departemen Luar Negeri
Tel: (021) 3813453 / Fax : (021) 3858033
Staf Ahli Lingkungan Hidup global
Dra. Liana Bratasida, MS
Tel/Fax: (021) 8580112