KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

 

Pemerintah Indonesia dan Jepang sepakat untuk bersama-sama meningkatkan kerja sama dalam pengelolaan sampah dan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) melalui studi kelayakan, kemitraan, pertukaran keahlian, dan pertukaran informasi. Pertukaran informasi antara lain mencakup dialog tingkat tinggi, kemitraan, simposium, pendidikan dan latihan.

Kesepakatan yang ini dicapai merupakan respon dan tindak lanjut dari kunjungan Menteri Lingkungan Hidup Jepang, Mr. Nobumori Otani yang berkunjung ke Indonesia pada bulan Juli 2010. Di bulan Agustus-September 2010, beberapa pertemuan koordinasi antara Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia dan perwakilan Pemerintah Jepang di Indonesia seperti JICA, terutama untuk mematangkan rencana kerjasama dalam pengelolaan limbah B3 dan limbah padat.

Puncak kesepakatan ditandai dengan penandatangan Memorandum of Cooperation (MoC) antara Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Gusti M. Hatta dan Pemerintah Jepang yang diwakili Menteri Lingkungan Hidup, Mr. Ryu Matsumoto menggantikan menteri lingkungan sebelumnya.

Menindaklanjuti MoC, kedua belah pihak sepakat untuk menetapkan focal point. Kemanterian Lingkungan Hidup Republik Indonesia diwakili oleh Deputi MENLH Bidang Bahan Berbahaya Beracun, Limbah Berbahaya dan Beracun dan Sampah. Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup Jepang diwakili oleh Direktur Umum Urusan Manajemen Limbah dan Daur Ulang.

Selain itu, dicapai juga kesepakatan untuk membentuk “Komite Pengarah