KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

DENPASAR, KSP – Bencana banjir yang melanda sejumlah daerah di Indonesia saat ini, terutama JABODETABEK, disebabkan kerusakan hutan. Setiap tahun sekitar 2,1 juta hektar areal hutan rusak akibat pembalakan liar. Sementara upaya rebosisasi tidak sebanding dengan angka kerusakan tersebut.

"Setiap tahun sekitar 2,1 juta hektar hutan rusak.Sedangkan langlah reboisasinya tidak sebanding, "kata Deputi Menteri Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi LIngkungan dan Pemberdayaan Masyrakat, Sudariyono kepada KSP, pekan lalu di Denpasar, seusai pencanangan program Adiwiyata.

Program Adiwiyata merupakan suatu program Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan. Melalui Adiwiyata ini murid sekolah sudah diajarkan peduli terhadap lingkungan sejak dini.

Menurut Sudariyono, pendidikan tentang lingkungan sangat penting ditanamkan pada anak sejak dini. Dengan demikian, lanjutnya, anak-anak semakin menyayangi lingkungannya.

Langkah ini, paparnya, dapat menanggulangi masalah lingkungan yang terjadi saat ini, karena anak sudah sejak dini diajarkan untuk ikut melestarikan lingkungan dengan menanamkan tumbuhan.

"Kita berharap generasi akan datang dapat menikmati lingkungan yang lebih berkualitas dibandingkan sekarang ini", tandasnya.

Dia menyebutkan, masalah lingkungan tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata, tapi juga harus melibatkan semua pihak. Namun Sudariyono mengakui, kepedulian kepada lingkungan harus dimulai dari pemimpin. "Kalau pemimpin peduli akan lingkungan, tentu yang dibawah juga peduli," tuturnya.

Sumber:
Surya Pagi, hal.10
tanggal 13-19 Februari 2007