KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Senin, 01/11/2010 15:10 WIB
Kerusakan Lingkungan di Mentawai Parah, KLH Bangun Pemecah Gelombang
Muhammad Taufiqqurahman – detikNews

Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyatakan kerusakan lingkungan hidup akibat gelombang tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat sangat parah. Ke depan, KLH berencana membangun batu pemecah gelombang dan penanaman bakau di pesisir pantai.

“Kerusakan lingkungan termasuk pemukiman dan bentang alam sangat parah di daerah Mentawai akibat tsunami,” ujar Deputi Pengendalian Kerusakan Lahan dan Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup, Arif Yuwono.

Hal tersebut dikatakannya dalam jumpa pers tentang “Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional” di kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jl DI Panjaitan, Jakarta Timur, Senin (1/11/2010).

Menurut Arif, sesuai dengan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, maka KLH berencana akan membangun batu pemecah gelombang dan pembangunan dinding penahan laju tsunami.

Selain itu, KLH segera melakukan survei untuk melihat rencana relokasi warga yang tidak berimbas pada pengerusakan lingkungan. “Untuk saat ini kita tetap memprioritaskan pada manusianya terlebih dahulu,” jelasnya.

Untuk penanaman tanaman bakau sebagai benteng alam terhadap tsunami, lanjut Arif, KLH tetap akan melihat kondisi geografis dari pulau-pulau yang berada di sekitar Mentawai.

“Konturnya bervariasi dan belum tentu tanaman bakau bisa tumbuh di semua tempat tersebut,” tuturnya.

KLH juga berencana untuk meneliti kadar racun yang terkandung di dalam lumpur laut yang saat ini mengendap di permukaan akibat terbawa oleh tsunami.

“Belum dites sekarang, tapi mudah-mudahan tidak beracun seperti di Aceh kemarin,” tuturnya.

(fiq/lrn)

<url=http://www.detiknews.com/read/2010/11/01/151020/1481614/10/kerusakan-lingkungan-di-mentawai-parah-klh-bangun-pemecah-gelombang?nd992203605>sumber</url>