KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Surabaya, 26 September 2013. Seluruh rangkaian acara 14th Meeting of the Informal Ministerial Meeting on Environment (IAMME) and Related Meetings yang diselenggarakan di Surabaya sejak tanggal 23 September 2013 berakhir siang ini dengan menghasilkan berbagai kesepakatan. Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA resmi menutup seluruh rangkaian acara ini dengan menyampaikan apreasi kepada seluruh peserta atas partisipasi aktifnya. Hadir dalam pertemuan ini Menteri Lingkungan Hidup atau yang mewakili dari Brunei, Malaysia, Laos dan Singapura, Kamboja, Myanmar, Filipina, Thailand dan Vietnam, serta mitra Menteri Lingkungan Hidup atau yang mewakili Menteri dari China, Korea Selatan dan Jepang.

Pertemuan The 14th Informal ASEAN Ministerial Meeting on the Environment (14thIAMME)  membahas isu: Perubahan Iklim dan Pemanasan Global, Konservasi alam dan Kehati, Pengelolaan Sumberdaya Air, Pengelolaan Lingkungan Perkotaan, Pesisir dan Laut, Pendidikan Lingkungan serta ASEAN Socio-Cultural Community Blueprint (ASCC) . Pada kesempatan ini kesepakatannya antara lain:

  • Adopsi the ASEAN Environmental Education Action Plan (AEEAP) 2014-2018 sebagai rencana kelanjutan dari AEEAP 2008-2012 serta penerbitan the ASEAN Guidelines on Eco-schools sebagai acuan untuk mempromosikan pembangunan dan pembentukan eco-schools di negara-negara anggota ASEAN .
  • Kesepakatan bahwa the 3rd ASEAN Environmentally Sustainable City (ESC) Award dan 2nd Certificate of Recognition Presentation Ceremony dilaksanakan bersamaan dengan IAMME ke 15 tahun 2014  di Laos. Pemberian Penghargaan ini bertujuan untuk mempromosikan kota ramah lingkungan yang berkelanjutan di ASEAN dengan mengakui upaya keteladanan dan berbagi praktik terbaik untuk menjaga kota yang bersih, hijau, dan ditinggali.
  • Adopsi the ASEAN Joint Statement on Sustainable Consumption and Production antara lain sebagai komitmen  negara-negara ASEAN maupun dengan Mitra Dialog ASEAN, Badan PBB terkait dan mitra internasional lain tentang the 10-Year Framework of Programme on Sustainable Consumption and Production (10YFP) dengan Indonesia sebagai leader. Para Menteri juga mendorong pemangku kepentingan yang relevan di ASEAN, termasuk sektor swasta dan masyarakat untuk meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, peningkatan kapasitas, menerapkan praktik terbaik, serta promosi kerjasama regional.

Selain IAMME ke 14 ini, dilaksanakan pertemuan The 9th Meeting of the Conference of The Parties (COP-9) to the ASEAN Agreement on Transboundary Haze Poluttion yang menyepakati antara lain:

  • Adopsi pembaharuan ASEAN Peatland Management Strategy (2006-2020) serta apresiasi kemajuan dalam Work Programme of the ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution termasuk the ASEAN-wide Fire Danger Rating System, implementasi the ASEAN Peatland Management Strategy (2006-2020) dan implementasi the Strategic Review on Sub-Regional Ministerial Steering Committee (MSC) on Transboundary Haze Pollution programmes.
  • Kesepakatan untuk tetap waspada dan memantau pelaksanaan kegiatan pencegahan kabut asap, dimana di kawasan ASEAN utara, musim hujan yang diperkiraan sedang berlangsung sampai musim kemarau Desember 2013. Untuk kawasan ASEAN selatan , musim kemarau diperkirakan akan terus berlanjut sampai awal Oktober 2013. Peningkatan hotspot dapat menyebabkan terjadinya kabut asap lintas pada kondisi cuaca kering.
  • Rekomendasi kepada para pemimpin ASEAN pada KTT ASEAN ke 23 bulan Oktober 2013 untuk mengadopsi the Hotspot Monitoring Systems (HMS) sebagai sistem pemantauan kabut bersama antara negara-negara MSC. Peta penggunaan lahan dan peta digital konsesi daerah rawan kebakaran yang menyebabkan asap lintas batas dapat diakses antar pemerintah.
  • Pembentukan Satuan Tugas (Task Force) yang terdiri dari Panel Ahli Pengkajian dan Koordinasi Kebakaran dan Kabut asap untuk memantau tingkat kewaspadaan dan memformulasikan poin memicunya.

Sebagai tuan rumah, Indonesia memiliki kesempatan menunjukan upaya-upaya pembangunan berkelanjutan yang telah dilaksanakan termasuk melihat dari dekat kesungguhan aparat pemerintah daerah Kota Surabaya beserta masyarakatnya dalam menciptakan clean and green city seperti yang dicita-citakan dalam visi ASEAN 2020 “a clean and green ASEAN with fully established mechanisms for sustainable development to ensure the protection of the region’s environment, the sustainability of its natural resources and the high quality of life of its peoples”.

Untuk Informasi Lebih Lanjut:
Dana A. Kartakusuma,
Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup bidang Lingkungan Global,
Telp : 021-8580112
Email: humaslh@gmail.com / www.menlh.go.id