KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

SANY1941_web1.jpgHaruku, 25 September 2008, Sebanyak 150 orang kewang dari Pulau Haruku mendapat pelatihan penguatan kapasitas kader lingkungan yang berlangsung tanggal 18 November 2006 bertempat di Desa Haruku, Kecamatan Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Ambon. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Revitalisasi Peran Penerima Anugerah Kalpataru yang dilaksanaakan Kementerian Negara Lingkungan Hidup bersama Jaringan Baileo Maluku.

Pelaksanaan kegiatan ini juga sejalan dengan Inpres No. 6/2003 tentang Percepatan Pemulihan Pemba­ngun­an Propinsi Maluku dan Maluku Utara Pasca Konflik. Kegiatan ini didikuti oleh 200 orang dari warga masyarakat Pulau Haruku, termasuk para kader lingkungan dan undangan. Kader lingkungan yang berjumlah 150 orang adalah para kewang se Pulau Haruku yang dikukuhkan Deputi VI KNLH tahun 2006, di dalamnya termasuk kewang kecil.

SANY1941_web.jpgMateri pelatihan terdiri dari: Peran Kader LH; Kebijakan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Provinsi Maluku; Metode Penangkaran Tumbuhan dan Pengembangan Wanatani; Peran Kewang dalam Pelestarian Lingkungan; Pendampingan Masyarakat dan Advokasi. Pelatihan ini juga dirangkaikan dengan kegiatan penanaman pohon, peresmian perpustakaan kewang, pameran kegitan kewang, dan peresmian Kebun Bibit dengan penyediaan 10.000 bibit penghijauan, antara lain jenis gandaria, nangka, ketapang, rambutan, mangga, salawaku, hutung, bakau, gayang, dan nipah.

Para penerima anugerah Kalpataru ini adalah pahlawan lingkungan yang benar-benar telah melakukan sesuatu yang nyata guna mempertahankan, meningkatkan dan memulihkan kualitas lingkungan maupun kualitas sosial, sebagaimana dilakukan oleh Kewang Negeri Haruku yang aktif melakukan pengawasan dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Sebagai informasi, sejak tahun 1980 hingga 2008, jumlah penerima penghargaan Kalpataru mencapai 252 orang/kelompok. S

ebanyak 6 orang atau kelompok di antaranya berasal dari Propinsi Maluku, masing-masing: Sdr. Dominggus Ledrick Sinanu dalam kategori Perintis Lingkungan tahun 1981; Rudolf Rupidara dalam kategori Perintis Lingkungan tahun 1981; Masyarakat Desa Sambawofuar dalam kategori Penyelamat Lingkungan tahun 1981; Kewang Negeri Ihamahu dalam kategori Penyelamat Lingkungan tahun 1982; Kewang Negeri Haruku dalam kategori Penyelamat Lingkungan tahun 1985; dan Marthin F Haulussy dalam kategori Pembina Lingkungan tahun 2003.  Masyarakat Haruku yang dimotori oleh Kepala Kewang Haruku, Elly Kissya, dikenal sangat kuat mematuhi sasi. Sasi merupakan aturan adat dalam pengelolaan lingkungan hidup, di dalamnya terdapat serangkaian aturan, nilai, dan sanksi pelanggaran. Sasi terbukti efektif untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup dan menciptakan keserasian sosial. Efektivitas penerapan sasi tentu saja didukung oleh pengawasan yang dilakukan seluruh warga komunitas dan peran para kewang.

Pada kesempatan ini juga dilaksanakan dialog interaktif pemberdayaan masyarakat. Dari dialog, muncul berbagai aspirasi menyangkut upaya peningkatan peran dan pemberdayaan masyarakat, antara lain terkait dengan dukungan terhadap gerakan penanaman pohon, rekognisi atas peran kewang, penghormatan terhadap sasi, dan upaya hukum atas kegiatan yang merusak lingkungan yang terjadi di Pulau Haruku dan Teluk Ambon. (jp)

Sumber:
Asdep Urusan Masyarakat Perdesaan, Deputi VI
Gedung B, Lantai 5 KLH, Jalan D.I. Panjaitan, Kebon Nanas
Jakarta Timur 13410
Telp (021) 8520392; Faks. (021) 8580087