KITA RUGI MILIARAN AKIBAT PENCEMARAN UDARA

Ketua Umum Barisan Muda Partai Amanat Nasional, Yahdil Abdi Harahap, mengungkapkan besar kerugian yang diderita Indonesia dalam masalah lingkungan. Dia menyebutkan data WHO (Badan Kesehatan Dunia), akibat pencemaran udara yang sangat hebat, Indonesia menanggung kerugian ekonomi sebesar US$424,3 juta pada 1990 dan meningkat menjadi US$634 juta pada 2000. Data dari hasil penelitian JUDP III (Jakarta [...]

24 Dec 2002 23:35 WIB

Ketua Umum Barisan Muda Partai Amanat Nasional, Yahdil Abdi Harahap, mengungkapkan besar kerugian yang diderita Indonesia dalam masalah lingkungan.

Dia menyebutkan data WHO (Badan Kesehatan Dunia), akibat pencemaran udara yang sangat hebat, Indonesia menanggung kerugian ekonomi sebesar US$424,3 juta pada 1990 dan meningkat menjadi US$634 juta pada 2000.

Data dari hasil penelitian JUDP III (Jakarta Urban Development Project) menunjukkan biaya yang dipikul masyarakat akibat menurunnya IQ anak akibat dampak pencemaran udara diperkirakan sebesar Rp 176 miliar pada 1990 dan diperkirakan 2005 akan meningkat menjadi Rp 254,4 miliar.

Kerusakan lingkungan semakin parah dan hampir merata di seluruh Indonesia mulai dari permasalahan sampai di kota-kota besar, pembakaran dan penebangan hutan secara liar pembuangan limbah dan berbagai kerusakan lainnya. Keadaan tersebut bertambah parah mengingat beberapa perangkat dan permasalahan pendukung yang juga masih belum dapat kita selesaikan antara perundangan-undangan dan penegakannya, rendahnya kesadaran dan budaya masyarakat, perhatian yang tidak proporsional dari pemerintah dan lainnya.

Di sisi lain berbagai kegiatan yang digalang oleh berbagai kelompok (pers dan ormas) dimanapun berada, selalu memainkan peranan yang sangat aktif dan berposisi sentral dalam setiap perubahan sosial/politik, termasuk Indonesia. Dalam proses reformasi 1998, peran seperti itu terlihat dengan keterlibatan dalam gerakan menggantikan kepemimpinan Presiden Soeharto. Hal ini disebabkan bahwa kelompok-kelompok ini memiliki sifat-sifat sebagai dinamisator pembangunan seperti penggerak, dinamis, berinisiatif tinggi, inovatif, kreatif, pembaharu, idealisme dan berpandangan jauh ke depan.

Adalah suatu keniscayaan bahwa sebenarnya pelestarian lingkungan hidup mutlak memerlukan perhatian dan dukungan dari segenap para pihak. Karena mau tidak mau bagaimanapun kondisi lingkungan hidup pada masa mendatang, pasti para generasi muda kinilah yang akan mengalaminya nanti, baik atau buruknya. Maka sudah seharusnya pelestarian lingkungan hidup sudah saatnya dibebankan ketangan para pemuda. Mereka harus disadarkan, dilibatkan secara aktif dan kontinu dalam gerakan ini.

Sementara itu, Menteri Negara Lingkungan Hidup Nabiel Makarim menyatakan, penolakan atas rencana pemberian anggaran yang besar untuk lembaga yang dipimpinnya semata-mata karena takut dana tersebut tidak bisa digunakan secara optimal.

Karena, menurut Nabiel, diperlukan sikap moral yang baik untuk menggunakan dana anggaran. Dana yang tersedia harus disertai kemampuan menggunakan uang secara bijaksana. Jangan sampai dana habis untuk proyek lingkungan tanpa hasil yang optimal.

Dia merasa perlu menyampaikan pernyataan itu karena banyaknya pihak yang mempertanyakan penolakannya atas tawaran DPR. “Kamu mau enggak dikasih anggaran besar untuk lingkungan? Saya jawab anggaran secukupnya saja asal berhasil guna daripada anggaran terlalu banyak, tapi orang-orang proyek tidak mampu menggunakan anggaran yang diberikan. Akibatnya, uang akan habis untuk proyek tanpa disertai hasil yang memuaskan,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, memang sepertinya ironis sekali. Negara membutuhkan anggaran besar untuk mengatasi masalah lingkungan hidup yang sudah sangat pelik.

“Kalau hanya mengelola anggaran untuk masalah lingkungan, kita tinggal mengajari para staf proyek. Tetapi kemampuan menggunakan anggaran sebaik-baiknya masih sulit dijalankan.”

Dari matriks usulan anggaran berdasarkan program propenas dan kegiatan prioritas tahun 2003, Kementerian Lingkungan Hidup mengajukan total anggaran sekitar Rp 100 miliar. “Saya tidak begitu yakin semua akan diberikan, paling hanya sebagian saja seperti biasanya, sisanya diperoleh dari pinjaman luar negeri, dan kerjasama dengan pihak-pihak swasta.”

Kerjasama

  • Luar Negeri
  • Dalam Negeri
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor