KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) membuka diri terhadap segala informasi terkait perpindahan limbah B3 (bahan, berbahaya dan beracun), baik yang hanya sekedar melintasi wilayah Indonesia maupun yang bertujuan akhir ke Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup (MenLH) Rachmat Witoelar dalam jumpa pers bersama Sekretaris Eksekutif Konvensi Basel, Katharina Kummer Peiry, di Jakarta, Rabu.

“Kita senantiasa mencari hukuman yang memberikan efek jera bagi pelaku perpindahan limbah B3, “kata Rachmat Witoelar menjelaskan upaya yang dilakukan kementeriannya terkait tindak perdagangan limbah B3.

Dia menjelaskan, rata-rata modus yang dilakukan oleh pelaku perdagangan limbah B3 adalah menggunakan dokumen palsu, sehingga kerja keras dari pihak imigrasi sangat dibutuhkan di sini. 

Rachmat mendeskripsikan upaya memerangi perdagangan limbah B3 sebagai “perjuangan tiada akhir