KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA




Jakarta, 27 Maret 2005 — Pada hari ini
telah di ekspor kembali limbah bahan berbahaya dan beracun (limbah B3) ke negara
asal pengimpor yaitu United Kingdom menggunakan kapal Budi Waja melalui Pelabuhan
Tanjung Priok I (JICT I). Jumlah limbah B3 yang di ekspor kembali adalah 19
kontainer (40”) / 488,420 metric ton yang berisi sampah-sampah domestik
atau limbah-limbah yang terdiri dari plastik bekas, dan bekas kemasan bahan
kimia.

Disaksikan para wartawan media cetak dan Televisi, aparat Bea
dan Cukai Tj. Priok, serta pejabat KLH pihak importir (PT. Kertas Internasional)
melakukan ekspor ulang limbah B3 ke negara asal London (Northern Paper Trading).
Pada pukul 18.00 WIB kapal Budi Waja akan diberangkatkan dari Terminal Peti
Kemas I Tj. Priok menuju London. Agen pelayaran American President Line (APL)
akan bertanggung jawab terhadap perjalanan kontainer ini. Kapal Bumi Waja memuat
638 kontainer yang berisi berbagai macam barang, diantaranya 19 kontainer berisi
limbah B3. Sebelumnya pihak KLH dan aparat Bea dan Cukai disaksikan para wartawan
melakukan pembukaan beberapa peti kemas untuk melihat jenis limbah dalam peti
kemas tersebut.

Kronologis Impor Limbah B3

  1. Pemberitahuan oleh Inspectorate of Housing, Spatial Planning and the Environment
    Netherland, yang telah mencegah masuknya limbah secara illegal ke wilayahnya,
    yang dalam dokumen dinyatakan sebagai waste paper.
  2. Selanjutnya beberapa limbah tersebut sudah dipindahkan ke wilayah Jerman
    dan pada minggu ke-3 Januari 2005 telah dikirim ke wilayah Indonesia sebanyak
    25 kontainer (hanya 11 kontainer yang terdata dan diberitahukan).
  3. Berdasarkan surat tersebut Deputi Menteri Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan
    Sumber Institusi KLH pada tanggal 18 Februari 2005 menginformasikan kepada
    Dirjen Bea dan Cukai untuk mengantisipasi masuknya limbah B3 tersebut ke wilayah
    Indonesia.
  4. Dan pada tanggal 14 Maret 2005 Kantor Bea dan Cukai Tj. Priok memberitahukan
    KLH tentang telah masuknya limbah B3 ke pelabuhan Tj. Priok.
  5. KLH bersama aparat Bea dan cukai pada tanggal 14-15 Maret 2005 melakukan
    kunjungan lapangan ke Pelabuhan Tj. Priok dan Kawasan Berikat Marunda Jakarta
    serta lokasi industri PT. Kertas Internasional (improtir limbah B3).
  6. Pada tanggal 27 Maret 2005 disaksikan oleh para pejabat KLH, aparat Bea
    dan Cukai, dan para wartawan menyaksikan importir PT. Kertas Internasional
    melakukan pengapalan 19 kontainer limbah B3 menggunakan kapal Budi Waja untuk
    di re-ekspor ke London (eksportir: Nothern Paper Trading )

 

Limbah B3 Yang ditemukan.

Temuan Limbah B3 dalam 19 container berupa plastik bekas (lembaran
plastik, botol-botol plastik minuman, kantong plastik sampah), kertas bekas,
bekas kemasan makanan, kaleng-kaleng minuman dan aerosol, sepatu bekas, dan
sebagian berupa kemasan bahan kimia yang menunjukkan karakteristik limbah B3
yang mudah terbakar. Ditemukan juga kemasan bahan kimia domestik bekas bahan
deterjen, pelembut pakaian, dan bleaching. (mlk/ry)

 

Asdep Urusan Informasi
Kementerian Lingkungan Hidup

Tel (021) 8580081