KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Jakarta, 5 Maret 2014. Kementerian Lingkungan Hidup melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dalam pelaksanaan pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga. Penandatangan kesepakatan kerja sama ini berlangsung di Jakarta hari ini tanggal 5 Maret 2014 bertepatan dengan peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 42. TP PKK yang saat ini diketuai oleh Hj. Vita Gamawan Fauzi, S.H, merupakan organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan perempuan. PKK terkenal dengan “10 program pokok” dimana pokok ke 9 adalah pelestarian lingkungan hidup. Pada pertemuan ini, hadir Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA., dan Menteri Dalam Negeri, DR. H. Gamawan Fauzi, SH. MM, perwakilan TP PPK Provinsi dan perwakilan kelompok perempuan lainnya.

Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA., Menteri Lingkungan Hidup dalam Sambutannya menyampaikan “Sesuai amanat Undang-Undang No. 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, semangat mengelola sampah harus dilakukan melalui prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R). Pada hakekatnya setiap individu adalah penghasil sampah. Oleh karena itu aspek edukasi masyarakat sangatlah penting untuk menumbuhkan perilaku memilah, mengolah dan menghargai sampah. Perubahan mind-set yang mengelola sampah agar meningkatkan ekonomi dan menghidarkan terjadinya penyakit sangat diperlukan. Di sini, keberadaan dan peran PKK sebagai kelompok perempuan yang menjadi pendidik dalam keluarga menjadi penting. Gerakan PKK yang memiliki mata rantai koordinasi yang lengkap dari tingkat pusat hingga desa/kelurahan akan menjadi dukungan yang besar dalam partisipasi masyarakat.”

Undang-undang nomor 18 tahun 2008 ini juga mengamanatkan bahwa salah satu hak setiap orang adalah untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan, penyelenggaraan dan pengawasan di bidang pengelolaan sampah.  Pelibatan organisasi masyarakat seperti PKK menjadi strategis dalam partisipasi ini.  Gerakan PKK sesuai dengan tema Hari Peduli Sampah 2014 yang diperingati setiap tanggal 21 Februari. Tema tahun 2014 “Gerakan Indonesia Peduli Sampah Menuju Masyarakat Berbudaya 3R Untuk Kesejahteraan Masyarakat” disampaikan tanggal 24 Februari 2014 lalu di Surabaya dengan ditandatanganinya Deklarasi oleh 25 Bupati/Walikota yang hadir, masyarakat, dunia usaha dan organisasi keagamaan yang mewakili seluruh warga negara Indonesia. Komitmen tersebut dibangun untuk mewujudkan Indonesia Bersih Sampah 2020 yang perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Saat ini pengurangan sampah dari sumbernya dan mendaur ulang sampah menjadi sumber daya menjadi hal yang sangat penting.  Hal ini berkaitan dengan pesatnya laju pertumbuhan penduduk yang akan berpengaruh pada jumlah timbulan sampah yang semakin meningkat. Sementara itu lahan untuk tempat pemrosesan akhir (TPA) di perkotaan semakin terbatas dan mahal. Oleh karena itu prinsip 3R dari rumah tangga akan sangat efektif bila menggunakan strategi PKK dalam upaya menjangkau sebanyak mungkin keluarga, dilaksanakan melalui “Kelompok Dasawisma”, yaitu kelompok 10 sampai 20 Kepala Keluarga yang berdekatan.

Kesepakatan Bersama KLH dan PKK ini bertujuan untuk meningkatkan peran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat dalam pengelolaan sampah rumah tangga (SRT) dan sampah sejenis sampah rumah tangga (SSSRT) dan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat melalui rumah tangga dalam pelaksanaan pengelolaan SRT dan SSSRT.

Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan sebagai tindak lanjut kesepakatan ini meliputi :
a.    pemantauan dan sosialisasi pengelolaan SRT dan SSSRT melalui program 3R;
b.    pemantauan pelaksanaan kebersihan di lingkungan perkotaan dan perdesaan;
c.    pelaksanaan Gerakan Indonesia Bersih (GIB) dan mewujudkan Indonesia bersih Sampah 2020;
d.    bimbingan teknis pengelolaan SRT dan SSSRT.

Untuk melaksanakan Kesepakatan Bersama ini Kementerian Lingkungan Hidup akan membentuk kelompok pelaksana (POKLAK) secara berjenjang yang anggotanya terdiri dari wakil para pihak sesuai dengan kebutuhan. TP PKK secara berjenjang akan ikut serta dalam kegiatan pemantauan, sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan SRT dan SSSRT, pemantauan pelaksanaan kebersihan di lingkungan perkotaan dan pedesaan, ikut mensukseskan pelaksanaan Gerakan Indonesia Bersih (GIB) dan Indonesia Bersih Sampah 2020 yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Informasi lebih lanjut:
Rosa Vivien Ratnawati, SH, MSD,
Kepala Biro Hukum dan Humas,
Kementerian Lingkungan Hidup,
Tlp/Fax: 021-8517182,
email: humaslh@gmail.com / www.menlh.go.id