KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Sebagai bagian dari kerja sama KLH dengan GIZ Clean Air for Smaller Cities (GIZ CASC), sekitar sembilan orang perwakilan KLH mengikuti kegiatan Course Instructors Workshop (CIW) di Bogor pada tanggal 4-8 Februari 2013. Workshop yang pada dasarnya merupakan kegiatan training of trainers ini bertujuan untuk mempersiapkan staf KLH dalam mendukung pengguliran modul-modul pelatihan Pengelolaan Udara Bersih. Modul –modul pelatihan ini telah diharmonisasi di ASEAN.

GIZ CASC sendiri sedang dalam proses menyerahkan modul-modul pelatihan tersebut kepada Pusdiklat KLH. Paket pelatihan yang diberi nama Train for Clean Air (T4CA) bertujuan untuk meningkatkan kapasitas semua pemangku kepentingan terkait pengelolaan kualitas udara, dari mulai para Walikota, staf teknis pemerintah daerah, LSM dan media.

CIW di Bogor sendiri difasilitasi oleh trainer yang berpengalaman dalam metode pelatihan TRAIN-X, yaitu Sven Callebaut yang juga merupakan Penasihat Komponen Pelatihan untuk GIZ CASC. Bp. Callebaut didampingi oleh pakar pengelolaan udara bersih Indonesia, Ibu Dollaris R. Suhadi sebagai co-trainer.

Dalam pelatihan, peserta dibekali dengan berbagai pengetahuan terkait metode penyampaian materi secara efektif, mulai dari mempersiapkan kelas, melakukan presentasi sampai mendokumentasikan proses selama menyampaikan pelatihan. Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta siap menjadi trainer yang memiliki kemampuan komunikasi yang efektif.

Kegiatan CIW serta penyerahan paket pelatihan T4CA sendiri – yang salah satu modulnya mencakup kegiatan penyusunan inventarisasi emisi — sedianya sejalan dengan fokus kegiatan KLH tahun ini. Dalam pidato penutupannya, Asisten Deputi II bidang Pengendalian Pencemaran Sumber Bergerak, Ibu Sulistyowati, menyampaikan bahwa KLH akan mereplikasi kegiatan inventarisasi emisi dengan pendekatan serupa dengan yang dilakukan GIZ CASC ke 10 kota yang dimulai pada tahun 2013. Saat  ini, GIZ CASC mendukung kegiatan inventarisasi emisi di Solo dan Palembang.

“Dengan target tersebut, kita akan membutuhkan banyak trainer untuk meningkatkan kapasitas para pemangku kepentingan di kota-kota terkait,” ungkap Ibu Sulistyowati. “Kami berharap anda-anda sekalian dapat menyampaikan materi inventarisasi emisi tersebut dengan efektif.”

Sumber:
Asisten Deputi II bidang Pengendalian Pencemaran Sumber Bergerak