KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Bengkulu,  24 Maret 2014. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyelenggarakan Rapat Kerja Teknis (RAKERNIS) tingkat Nasional Pemantauan Kualitas Air (PKA) Sungai 33 Provinsi yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 24 – 26 Maret 2014. Menteri Lingkungan Hidup membuka secara resmi acara tersebut hari ini di Bengkulu. Hadir dalam acara ini Ketua Harian Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) dan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Pada kesempatan ini dilaksanakan pula dialog interaktif dengan nara sumber Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA, Ketua Harian DNPI, Ir. Rachmat Witoelar dan Kepala LIPI.

Kementerian Lingkungan Hidup telah mengalokasikan dana dekonsentrasi (dana yang berasal dari APBN yang dilaksanakan oleh gubernur sebagai wakil Pemerintah yang mencakup semua penerimaan dan pengeluaran dalam rangka pelaksanaan Dekonsentrasi) agar provinsi dapat melaksanakan pemantauan kualitas air sungai paling sedikit 1 (satu) sungai yang ada di provinsi tersebut. Dekonsentrasi (pelimpahan wewenang dari Pemerintah kepada Gubernur sebagai Wakil Pemerintah) di bidang lingkungan hidup diharapkan dapat meningkatkan kapasitas daerah dalam pemantauan kualitas air khususnya dan pengelolaan lingkungan secara umum.

Rakernis ini dilaksanakan setiap awal tahun yang diikuti oleh 33 Provinsi yang mendapatkan dana dekonsentrasi untuk pemantauan kualitas air, yang dilaksanakan sebelum pemantauan dalam rangka upaya menyepakati berbagai hal yang akan digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pemantauan kualitas air untuk tahun berikutnya. Demikian juga Peraturan Menteri dan Petunjuk Pelaksanaan Pemantauan telah di Publikasikan untuk menjadi dasar bagi Pelaksana Pemantau di daerah.

Pemantauan kualitas air sungai di 33 provinsi dengan memanfaatkan dana dekonsentrasi telah dilaksanakan sejak tahun 2008 secara terintegrasi dalam skala nasional. Selama kurun waktu 2008-2013 telah terkumpul data kualitas air sungai di hampir 57 sungai lintas provinsi, negara dan sungai strategis Nasional dari 33 provinsi. Data hasil pemantauan tersebut disimpulkan bahwa sekitar 70 – 75% sungai yang dipantau telah tercemar baik tercemar ringan, sedang maupun tercemar berat. Polutan dominan yang mencemari sungai adalah berasal dari sumber-sumber pencemaran limbah domestik (limbah yang berasal dari rumah tangga). Informasi ini akan menjadi prioritas KLH dalam menangani dan arah pengelolaan kualitas air yang disusun.

Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA dalam sambutan pembukaannya menyatakan, “Persoalan pencemaran air ini akan semakin meningkat apabila kita tidak melaksanakan tindakan nyata dalam pengendaliannya. Upaya yang telah kita lakukan bersama walaupun belum secara signifikan meningkatkan kualitas airnya namun kita berhasil menahan dan bahkan mengurangi laju beban pencemarannya. Hal ini patut kita hargai bersama namun tentu belum saatnya berpuas diri”.

Rakernis pemantauan kualitas air sungai tahun 2014 mengambil tema ” Peningkatan Pengelolaan Kualitas Air Untuk Menunjang Mitigasi Perubahan Iklim”  Tema ini diambil dengan harapan bahwa pelaksanaan PKA di 33 provinsi dapat meningkatkan kualitas air sehingga didapatkan air bersih dan sehat dan juga dapat mengurangi/mitigasi emisi gas rumah kaca (GRK) sehingga Perubahan iklim dapat diperlambat.

Pada tahun 2014 ini provinsi Bengkulu selain menjadi tuan rumah Rakernis juga akan menyelenggaran acara peletakan batu pertama pembangunan IPAL komunal sebagai pilot project dalam menurunkan emisi GRK.

Provinsi Bengkulu telah mengupayakan menurunkan emisi gas rumah kaca  dengan mengelola limbah domestik yang bersumber dari limbah tinja rumah tangga menjadi biogas untuk dipergunakan sebagai sumber api kompor gas dan bio elektrik untuk dipergunakan sebagai sumber energi listrik yang digerakkan dari mesin genset. Sebagai proyek percontohan pengendalian pencemaran limbah rumah tangga dan upaya mengurangi emisi gas rumah kaca dengan mengurangi pemakaian bahan bakar minyak (Bensin, Solar)  dan LPG, melalui Dana APBD 2014 Pemerintah Propinsi Bengkulu akan membangunan IPAL Komunal di Pesantren Panca Sila yang menghasilkan Biogas dan Bioelektrik  berkerja sama dengan Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik LIPI.

Informasi lebih lanjut hubungi:
Dr. Henry Bastaman, MES,
Deputi MenLH Bidang Pembinaan Sarana Teknis Lingkungan
dan Peningkatan Kapasitas,
Kementerian Lingkungan Hidup,
Telp/Fax. 021 – 85904931,