KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

YOGYAKARTA, SUAR- Pemilihan Umum 2009 telah diambang pintu, 9 April 09 pemilu legislatif, Juli 09 putaran pertama pemilihan presiden dan pada bulan September 09 akan dilakukan putaran kedua bila tidak ada capres yang melampaui 50% suara sah pemilih. Bila semuanya berjalan lancar sesuai rencana maka Oktober 09 Presiden dilantik, penyusunan cabinet dan siap melaksanakan tugas pembangunan. Berkenaan dengan itu berbagai lembaga negara sudah mulai mempersiapkan draft Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 sebagai bahan masukan bagi kabinet mendatang termasuk Kementerian Lingkungan Hidup.

Menurut Ir. Arief Yuwono MA, Sekretaris Menteri Negara LH, saat ini sedang dilakukan pembahasan draft RPJMN di kalangan internal LH dan bersamaan dengan itu melakukan road show ke berbagai universitas di Indonesia untuk mendapatkan masukan dalam penyusunannya. 

Kata Arie, pada 18 Februari 2009 lalu, seusai menyampaikan pengarahan pada acara Rapat Koordinasi Regional Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Jawa di Hotel Ina Garuda Yogjakarta, dilakukan pertemuan pendahuluan terbatas dengan para akademisi Universitas Gajah Mada, mendiskusikan problematika lingkungan hidup di Indonesia dan diharapkan setelah pertemuan ini para guru besar dari berbagai disiplin ilmu yang hadir dapat menularkan brain storming itu kepada para pakar yang tidak sempat hadir dan pada gilirannya dilakukan pertemuan lintas disiplin untuk memperoleh pemilikan-pemilikan yang strategis dan signifikan untuk dirumuskan sebagai draft RPJMN 2010-2014 mendatang. 

Lebih lanjut Arief Yuwono mengatakan bahwa road show sudah dimulai pada Januari yang lalu dan beberapa bulan mendatang akan lebih focus lagi mellaui pertemuan ilmiah dengan para pakar di kampus-kampus seperti UGM, ITB, UI, IPB dan lainnya. Berbagai aspek akan dibahas antara lain, aspek kelembagaan, aspek social, aspek teknis, aspek ekonomi dll. 

Sebagai bahan awal, KLH menyiapkan konsep awal tentang prioritas dan sasaran yang menjadi kajian bersama dimana sebagai prioritas adalah “Seluruh pembangunan terselenggara dengan emisi karbon rendah berdasarkan daya tampung, daya dukung, dan kerentanan lingkungan. Sementara yang menjadi sasarannya adalah sungai, danau, pesisir dan laut, bebas pencemaran dan kerusakan: Kelestarian fungsi lahan, keanekaragaman hayati dan ekosistem hutan terlindungi: Udara bersih dan sehat: Pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup menerapkan manajemen yang terintegrasi secara lintas sector , daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Pada akhir pertemuan, disimpulkan bahwa pertemuan lanjutan yang bersifat lebih luas dan formal dapat disiapkan  oleh UGM bekerjasama dengan KLH. SUAR-001 

Sumber :

Media cetak, Koran Suara Akar Rumput
Edisi 25 Februari – 2 Maret 2009, hal 1