KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

pakde_aflin.jpgDeputi Komunikasi Lingkungan dan pemberdayaan Masyarakat Drs Sudariyono bersama  Alvin Lie Anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi masalah lingkungan hidup memberikan pemahaman dan penguatan kepada masyarakat kota Semarang. Hal ini dilakukakan pada acara Workshop Pemahaman dan Penguatan Masyarakat Dunia Usaha dan Pekerja pada hari Sabtu tanggal 24 Mei 2008 bertempat dikantor Walikota semarang. Pada workshop tersebut juga hadir memberikan makalah Prof. Budi Widianarko dari Unika Sugija Pranata dan mewakili Walikota Semarang adalah Sujoko kepala Bapedalda Kota Semarang.

Workshop ini merupakan kegiatan Asisten Deputi urusan Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan bekerja sama dengan Bapedalda Kota Semarang,. workshop tersebut  dibuka oleh Kepala Bapedalda yang dalam sambutannya menyatakan bahwa dewasa ini masalah lingkungan sudah menjadi issu Global, kerusakan lingkungan akibat ulah manusia menjadi ancaman global dan menjadi keprihatinan kita semua. Kepedulian kita terhadap masalah lingkungan perlu ditingkatkan pengelolaannya, baik  yang mengacu pada skala mikro, maupun makro serta agar diimplementasikan oleh segenap elemen masyarakat demi untuk keselamatan umat manusia serta lingkungan alam itu sendiri.

Deputi Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam makalahnya menyampaikan permasalahan pengelolaan lingkungan yang  telah menjadi persoalan tetapi hampir tidak pernah ada solusi yang tepat untuk menuntaskannya. Telah begitu banyak teori yang telah diujicoba terapkan, baik yang berorientasi tradisional maupun yang berwawasan  penerapan teknologi, tetapi hasilnya masih belum optimal. Apakah nanti pada 20 tahun kedepan atau di tahun 2028 kita masih mendengar permasalahan ini dibahas oleh anak cucu kita.

alvin_lee.jpgAlvin Lie memberikan materi tentang Semarang menghadapi pemanasan global, dengan mengatakan beberapa kontributor adalah konsumsi listrik, konsumsi BBM, limbah plastik, kimia, penebangan pohon-pohon dan pengrusakan lingkungan sehinga perlu 2 (dua)  tindakan wajib yaitu: 1. Memperlambat proses pemanasan global dan 2. Adaptasi terhadap keadaan.

Sehingga yang perlu diterapkan dalam bentuk pola hidup hemat enegi, perilaku 3 R, konsumsi produk ramah lingkungan dan aktif berperan serta dalam pengelolaan lingkungan  

Pembicara ke tiga adalah dari kalangan akademisi  Unika Sugija Pranata yang memberikan materi tentang Prakarsa Lingkungan melawan dua sindrom yaitu NIMBY (not in my backyard) dan Sindrom SP (split personality)/Standar Ganda, dimana dalam pembahasannya lebih lanjut dijelaskan tentang tumbangnya peradaban dan bagaimana ancaman lingkungan saat ini makin bertambah,  antara lain adalah perubahan iklim akibat ulah manusia, peningkatan pencemaran kimia beracun dalam lingkungan, keterbatasan energy dan pemanfaatan sepenuhnya oleh manusia pada kemampuan photosintesa di bumi, sehingga menekankan pada perubahan perilaku lingkungan yang dimulai dari diri sendiri untuk mencegah pencemaran lingkungan sejak dini dengan memerangi dua sindrom tersebut menjadi hal yang sangat penting. 

Dalam workshop tersebut Deputi bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Negara Lingkungan Hidup secara simbolis memberikan bibit pohon  kepada Pemerintah Kota Semarang yang di wakili oleh Kepala Bapedalda Kota Semarang, sebagai Pencanangan Penguatan Masyarakat Dunia Usaha dan Pekerja untuk kota Semarang.

Sumber:
Asdep Masyarakat Perkotaan
Jl. DI Panjaitan Kav 24 Kb. Nanas, Jakarta Timur
Tlp/Fek : 021-85911211