KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

lamongan_kader.jpgSebagai tindak lanjut kegiatan pemberdayaan  masyarakat perkotaan tahun 2007 di Kabupaten Lamongan, Kementerian Negara Lingkungan Hidup cq Asdep Pemberdayaan Masyarakat Perkotan pada Deputi Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat bekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat KOLILA Kota  Lamongan pada hari Selasa 27 Mei 2008, menyelenggarakan  Workshop  Peningkatan Kawasan Perkotaan Peduli Lingkungan, Penguatan Kemitraan dan Pembentukan Kader Lingkungan, yang diikuti oleh 70 orang  yang pesertanya terdiri dari Camat, IWAPI Kab. Lamongan, Pengelola Pasar ( Dinas Pasar, Pemerintah Desa, Paguyuban Pasar, UPT), PKK Kab. Lamongan  yang bertempat di  Gedung Sabadiyaksa Pemerintah Kabupaten Lamongan.
 
Bupati Lamongan yang diwakili oleh Asisten Administrasi (Asisten III) Dra. Luluk Suprapti, MM,  diantaranya menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lamongan menyambut dengan baik Workshop Peningkatan Kawasan Perkotan  Peduli Lingkungan, Penguatan Kemitraan dan Pembentukan Kader Lingkungan peserta program Bank Pohon di kawasan Perkotaan, kegiatan pemberdayaan masyarakat perkotaan ini  sudah dirintis sejak tahun 2007, dengan harapan kegiatan semacam ini lebih ditingkatkan lagi dimasa-masa mendatang demi perbaikan lingkungan di Kabupaten Lamongan.

Dalam sesi Pertama Asdep Masyarakat Perkotaan Ir. Bambang Widyantoro berbicara panjang lebar tentang  masalah sampah perkotaan, baik sampah yang dihasilkan oleh masyarakat maupun sampah dari hasil kegiatan bagi dunia usaha, khususnya pasar, dengan keluarnya UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yang disahkan pada tanggal 7 Mei 2008,setiap orang mempunyai kewajiban setiap orang mempunyai kewajiban mengelola sampah rumah tangga dan sejenis sampah rumah tangga wajib mengurangi dan menangani dengan cara yang berwawasan lingkungan. Sedangkan Pemerintah baik pusat maupun daearah mempunyai kewajiban melakukan kegiatan dinataranya: memfasilitasi penerapan teknologi yang berwawasan lingkungan, penerapan label produk yang ramah lingkungan. Disamping itu Asdep Masyarakat perkotaan juga menghimbau kepada masyarakat Lamongan untuk dapat melaksanakan amanah Undang-undang tentang  Pengelolaan sampah tersebut. Sesi pertama ini dilajutkan  oleh Kabag Lingkungan Kab. Lamongan Drs. Abdul Muiz, MM, ,dengan memaparkan permasalahan Isu dan Kebijakan Pengelolan lingkungan hidup di Lamongan. Permasalahan lingkungan  di Kabupaten Lamongan yang perlu mendapatkan perhatian diantaranya adalah kerusakan hutan, lahan kritis, kerusakan lahan pada bekas penambangan, kerusakan pesisir dan pantai, pencemaran kulaitas air dan dan udara, Ruang terbuka hijau sangat minim dan debit air yang semakin hari pengelolaan lingkungan semakin menurun, sehingga diperlukan kebijakan Pengelolaan lingkungan diantaranya: Meningkatkan pengendalian pencemaran lingkungan, SDA, penegkan hukum lingkungan, mengembangkan peraturan perundang-undangan, membangun kesadaran masyarakat.

Dalam sesi kedua secara panel  sisampaikan tiga narasumber yang menyampaikan makalahnya tentang: Peran serta Dunia usaha dalam pengelolaan lingkungan di Kota Lamongan oleh Kepala Kantor Pengelola Pasar Kab. Lamongan, Menuju Pasar Ramah Lingkungan  oleh Kabid Dunia Usaha dan Pekerja KNLH, dan Pengembangan Program Bank Pohon untuk mendukung Masyarakat melalui Kegiatan Dunia Usaha di Lamongan oleh LSM Kolila Lamongan. Dalam pemaparannya masing-masing mengutarakan bahwa peran serta Dunia usaha dalam pengelolaan lingkungan menuju pasar yang ramah lingkungan adalah pekerjaan yang tidak ringan, tidak bisa ditangani .oleh satu instansi saja tapi diperlukan keterlibatan bersama baik pengelola pasar, masyarakat/konsumen, maupun pedagangnya sendiri.Sedangkan Pengembangan Program Bank Pohon  untuk mendukung Masyarakat melalui dunia usaha di Lamongan, bertujuan untuk membangun kemitraan ke berbagai kalangan, memberikan pemahaman kepada masyarakat, melakukan pembibitan tanaman lokal yang mempunyai nilai ekonomis. Sasarannya adalah untuk mengajak partisipasi masyarakat khususnya dunia usaha  dan pekerja dalam usaha perbaikan lingkungan melalui Program Bank Pohon, dengan harapan tersedianya kebun bibit tanaman baik yang langka maupun bernilai ekonomis di Kabupaten Lamongan. 

Workshop Penguatan Kemitraan ini  ditutup oleh Asdep Masyarakat Perkotan dengan harapan Kota Lamongan dimasa-masa mendatang lingkungannya lebih baik, lebih berwawasan lingkungan, yang kemudian dilakukan penyematan PIN Warga Madani dan  peyerahan Sertifikat  kepada peserta sebagai  kader lingkungan Kabupaten Lamongan.

Sumber:
Asdep Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan
Jl. DI Panjaitan Kav 24 Kebon Nanas, Jak-Timur
Telp: 021- 85911211.